Sabtu, April 18, 2026
spot_img

Masa Jabatan Pj Sekda Kuningan Beni Prihayatno Akan Berakhir Agustus 2025, Siapa Penggantinya?

Kuningan, rajawalinews.online – Masa jabatan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si., akan berakhir pada 25 Agustus 2025. Ia telah menjabat sejak 10 Februari 2025, dan saat ini telah memasuki periode kedua masa tugasnya. Sesuai ketentuan, Pj Sekda hanya dapat diperpanjang maksimal dua kali, masing-masing tiga bulan. Artinya, tidak ada lagi perpanjangan setelah Agustus.

Kini perhatian publik dan kalangan birokrasi tertuju pada pertanyaan: siapa pengganti Beni?

Sejumlah nama pun mulai mencuat di kalangan ASN dan pemerhati kebijakan daerah. Nama Wahyu Hidayah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, banyak disebut sebagai calon kuat. Ia dinilai sebagai figur netral dan tidak memiliki kedekatan politik tertentu, yang penting dalam menjaga profesionalisme birokrasi.

Selain Wahyu, ada juga nama Uu Kusmana (Kadis Pendidikan dan Kebudayaan), Guruh Irawan Zulkarnaen (Kepala Bappenda), H. Budi Alimudin (Kepala DPMD), dan H. Toni Kusumanto (Asisten Pemerintahan dan Kesra).

Nama-nama tersebut dianggap memenuhi syarat administratif dan pengalaman struktural, serta masih berada dalam usia pensiun yang mencukupi untuk menjalankan tugas hingga masa jabatan Sekda definitif ditetapkan.

Pengamat birokrasi Sujarwo menyatakan bahwa penunjukan Pj Sekda bukan hanya soal pengisian jabatan, tapi juga soal arah dan stabilitas pemerintahan ke depan.Ia menilai Wahyu Hidayah layak dipertimbangkan karena rekam jejaknya yang bersih dan komunikasi yang baik dengan lintas OPD.

Di sisi lain, LSM Frontal juga angkat bicara. Mereka menilai bahwa Pemkab seharusnya tak lagi menunda penetapan Sekda definitif. Pasalnya, hasil seleksi terbuka atau open bidding sudah diumumkan sejak Oktober 2024.

Tiga nama yang lolos saat itu adalah Asep Taufik Rohman, Guruh Irawan Zulkarnaen, dan H. Toni Kusumanto. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi dari Bupati Kuningan.

Publik sempat terkejut ketika Asep Taufik, yang mendapat nilai tertinggi dalam seleksi, justru dimutasi menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

Langkah itu menimbulkan spekulasi soal arah keputusan politik di balik seleksi jabatan strategis ini.
Masyarakat kini menantikan langkah tegas dari Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Akankah ia menunjuk Pj baru yang netral dan kompeten, atau langsung menetapkan Sekda definitif dari hasil seleksi?

Kursi Sekretaris Daerah bukan hanya simbol birokrasi, tapi juga pusat kendali pemerintahan. Keputusan ini akan menentukan laju kebijakan dan arah pembangunan Kuningan dalam beberapa tahun ke depan. (GUNTUR – Kaperwil Jabar)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!