Ketapang Kalimantan Barat ‘’ Rajawalinews.online ‘’
Investasi dalam dunia pertambangan di bidang tambang bauksit seyokyanya berhati-hati dan selalu waspada terhadap limbah tambang bauksit tersebut. Peristiwa yang terjadi baru-baru ini, ikwal jebolnya limbah tambang bauksit PT. Prima Persada Bangun Nusantara (PPBN) yang mencemari lahan pertanian dan mengancam keselamatan makhluk hidup di atas Bumi disekitar Desa Sempurna Daerah Kubing, Desa Sungai Putih, Desa Teluk Bayur, dan Desa Jago Bersatu di Kecamatan Sungai Laur dan Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar).

Jika mana penambangan bauksit tidak memiliki tempat penampungan limbah yang cukup, maka limbah tersebut dapat meluap dan mengalir ke lahan pertanian warga dan mengancam kehidupan makhluk hidup. Tambang Bauksit memiliki limbah beracun dari sisa pencucian atau permurnian biji Bauksit yang mana mencemari sumber air warga.

Limbah bauksit dari tempat penampungan mengalir ke sumber air yang digunakan warga sehari-hari untuk kebutuhannya, seperti: sungai atau kolam air milik warga. Jika sumber air warga tercemar, maka air yang tercemar tersebut tidak bisa digunakan untuk kebutuhan minum warga. Limbah bauksit itu sendiri memiliki bahan berbahaya yang akan menjadi racun jika dikonsumsi oleh makhluk hidup.
Limbah bauksit memang harus dikelola dengan baik, jangan sampai mencemari air maupun lahan milik warga di sekitarnya. Pengelolaan limbah memang membutuhkan biaya tersendiri dan itu harus dilakukan oleh perusahaan tambang karena merekalah yang mendapatkan keuntungan dari hasil tambang tersebut. Setiap hari masyarakat terancam dengan limbah dan debu, maupun rawan dengan kecelakaan lalu lintas alat berat milik PT.PPBN saat beroprasi.

Bahaya pencemaran lingkungan oleh limbah bauksit yang paling nyata adalah tercemarnya lingkungan yang dapat berdampak dan menghantam kelangsungan hidup makhluk hidup yaitu manusia, hewan dan tanam tumbuhan di sekitarnya. Dari dampak pencemaran lingkungan ini, efek berantai yang ditimbulkan oleh limbah tambang bauksit yang jebol dan mencemari sekian Desa di dua Kecamatan di Kab. Ketapang Kalbar.
Sama halnya dengan dampak kerusakan hutan, bahaya bauksit bagi kesehatan dan lingkungan sangat nyata adanya, untuk itu harus di tangani secara seksama agar tidak mengganggu masyarakat Pribumi disekitar PT.PPBN yang telah mencemari Lingkungan dan 2 Kecamatan dari jebolnya sekian titik tanggul penahan atau kolam Limbah bauksit.
Diungkapkan “Yamin.SH.’’ putra warga Simpang Dua pada Rajawalinews (RN) Group Rabu (22/06/22).” PT. Prima Persada Bangun Nusantara yang bergerak di pertambangan Bauksit di Kecamatan Laur dan Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang Kalbar telah mencemari beberapa Desa di dua Kecamatan yang berada di Kab. Ketapang. Pasalnya, tempat penampung limbah milik PT. PPBN jebol dan limbah pencucian bauksit yang beracun serta kental seperti susu telah mencemari lingkungan di sekian Desa dari darat, sungai hingga ke laut. Penambangan bauksit yang limbahnya berkedudukan di Kubing jebol dan mencemari Sungai Putih di Desa Bayur- Jago Bersatu. Jebolnya penampungan kolam bauksit tersebut secara otomatis limbah bauksit yang beracun itu mengalir ke Sungai Laur dan di sepanjang sungai yang tercemar limbah bauksit tersebut berwarna kuning.” ujarnya Yamin.SH.
Seperti apa tindakan instansi terkait bersama pencemaran limbah sisa pencucian bauksit yang beracun dan siap mematikan makhluk hidup di atas bumi. Akibat kelalaian atau adanya indikasi unsur kesengajaan ingin dan niat dari pelaku pertambangan bauksit PT. Prima Persada Bangun Nusantara yang limbah bauksitnya jebol dan mengancam keselamatan makhluk hidup dengan cukup mengatakan “kami khilap dan kecelakaan”.*##(Tim Rajawali)


