Muba Banyuasin Sumsel
Media Rajawali News Tim Pemburu Fakta tipikor
Selasa 21 Oktober 2025
* Permasalahan di dunia pendidikan, semakin kompleks. Tak hanya melibatkan sesama pelajar, tapi juga pelajar dan guru. Bahkan antara sesama guru. Mirisnya lagi, perilaku insan pendidikan tersebut dipertontonkan luas di berbagai platform media sosial.
Baru-baru ini, viral di media sosial perundungan atau bullying terhadap siswi SMP di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Dilakukan oleh teman sekolahnya sendiri. Rambutnya dijambak oleh siswi yang lain, dipukul berkali-kali. Bahkan, korban sempat ditarik hingga tersungkur.Mirisnya, teman-teman perempuan yang lain bukannya melerai. Tapi justru tertawa-tawa, dan direkam menggunakan kamera telepon seluler (ponsel). Video berdurasi 3 menit 8 detik itu pun viral.
Dari video yang viral, terdengar suara pelaku menggunakan bahasa daerah Muratara, terus menyalahkan korban. Mencengkeram mulut korban, memukulnya berkali-kali tanpa ada perlawanan dari korban.Plt Kepala SMP tersebut, Widya Prisetyaningrum, membenarkan perundungan itu melibatkan siswinya. Dikonfirmasinya melalui akun Facebook resmi sekolahnya. Disebutkan, kejadiannya sepulang sekolah, Rabu (15/10).Pihaknya telah melakukan upaya mediasi terhadap korban dan pelaku perundungan tersebut, Kamis (16/10). “Proses pembinaan kepada seluruh siswa sedang berlangsung. Sanksi bagi pelaku perundungan telah diberikan,” ujar Widya dalam keterangan tertulisnya.
Pembinaan terus dilakukan, terutama kepada siswa/siswi lain yang terlibat di dalam video viral tersebut. “Diharapkan seluruh masyarakat dapat mendukung upaya pembinaan dan pencegahan perundungan berulang yang sedang berlangsung,” harapnya.
“Atas dukungan dari seluruh stakeholder, masyarakat, dan juga media, kami ucapkan terima kasih,” ujarnya mengakhiri klarifikasi tersebut. Kasat Reskrim Polres Muratara AKP Nasirin, mengatakan Kanit PPA dan anggotanya sedang mengecek ke SMP tersebut. Di Kota Palembang, seorang siswa SMK negeri dituduh mengonsumi narkoba dan merasa di-bully. Sehingga orang tuanya mengamuk ke sekolah, lagi-lagi kemudian viral di media sosial maupun berbagai media lainnya. Masalah siswa dan guru, bertambah kompleks dengan kehadiran orang tuanya.
Lain lagi dengan yang terjadi di sebuah SMA negeri, juga di Kota Palembang. Guru bernama Yuli Mirza (58), dianiaya rekan sejawatnya berinisial SR. Aksi tak terpuji antara sesama pendidik itu terekam CCTV sekolah. Tiba-tiba beredar, viral juga di media sosial.
Jurnalis : Suparman rdsuparman@gmail.com


