KUNINGAN – RAJAWALINEWS.ONLINE,- Di tengah gelaran penghargaan prestisius yang dihadiri para pejabat tinggi wilayah Ciayumajakuning, satu nama mencuat dan mencuri perhatian: Mh. Khadafi Mufti. Sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Prasarana dan Perparkiran Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan itu menerima penghargaan dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cirebon Raya. Selasa (27/05/2025)
Khadafi menjadi satu-satunya kepala bidang yang menerima apresiasi dalam ajang tersebut. Penghargaan diberikan atas dedikasi dan inovasi yang ia tunjukkan dalam reformasi tata kelola perparkiran dan peningkatan pelayanan publik, termasuk dalam pengelolaan Penerangan Jalan Umum (PJU).
“Pak Khadafi telah menunjukkan terobosan konkret dalam tata kelola perparkiran dan pelayanan infrastruktur publik. Kontribusinya terhadap peningkatan PAD Kuningan juga menjadi salah satu indikator keberhasilannya,” ujar salah satu pengurus IJTI Cirebon Raya.
Momen penghargaan itu menjadi penuh makna ketika Khadafi, yang sebelumnya dikenal sebagai mantan Komandan Damkar Kuningan, menyampaikan sambutan dengan nada penuh haru. Ia mendedikasikan penghargaan tersebut untuk rekan-rekannya di Bidang Prasarana dan Perparkiran.
“Ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan kerja kolektif dari tim hebat yang saya miliki. Hormat saya untuk kalian semua,” ucap Khadafi di atas panggung.
Khadafi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pemimpin yang telah membimbingnya, di antaranya Beni Prihayatno, mantan Kepala Dishub Kuningan yang kini menjabat sebagai PJ Sekda, serta PLH Kadishub Laksono Dwi Putranto.
Tak lupa, ia menyampaikan salam hormat kepada Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani, Kapolres, Dandim, PJ Sekda, serta Anggota DPR RI H. Rokhmat Ardiyan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi, bukan alasan untuk berpuas diri. Kami akan terus bekerja, terus bergerak, karena tugas dan amanah belum selesai,” tegasnya menutup sambutan.
Penghargaan dari IJTI Cirebon Raya ini menjadi penanda penting bahwa kerja nyata ASN di lapangan tetap mendapat apresiasi setara, bahkan di antara sorotan para pemimpin daerah. (Moris)


