Sabtu, Mei 2, 2026
spot_img

Kematian Mendadak Anggota LSM KCBI di Ruang Kerja Dinas PUPR Dinilai Janggal, Ketua Umum Desak Investigasi Menyeluruh

JAKARTA BARAT – Kabar duka menyelimuti keluarga besar LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI). Salah satu anggotanya, Malino Sianipar, yang dikenal dengan sapaan “Jenderal”, dilaporkan meninggal dunia pada pukul 14.44 WIB akibat serangan jantung.

Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di kantor  Wali Kota Jakarta Barat lantai 4.
Namun, peristiwa ini memunculkan tanda tanya besar. Ketua Umum LSM KCBI dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa kematian Malino Sianipar tidak bisa serta-merta diterima begitu saja tanpa penelusuran mendalam.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun internal organisasi, almarhum meninggal dunia saat berada di ruang kerja Dinas PUPR, bukan di tempat umum atau kediaman pribadi.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

“Ini sangat janggal. Almarhum adalah anggota kami yang aktif, sehat, dan tengah menjalankan aktivitas organisasi. Fakta bahwa ia meninggal di ruang kerja dinas PUPR menimbulkan banyak pertanyaan serius,” tegas Ketua Umum KCBI.

LSM KCBI menyatakan tidak ingin berspekulasi, namun menilai transparansi dan kejelasan kronologi adalah hal mutlak.

Oleh karena itu, KCBI mendesak aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk membuka secara terang benderang penyebab kematian Malino Sianipar, termasuk memastikan apakah telah dilakukan pemeriksaan medis dan prosedur standar yang semestinya.

“Kami akan membuka tabir kebenaran. Jika ini murni serangan jantung, maka harus dibuktikan secara medis dan prosedural.

Namun jika ada kejanggalan lain, negara tidak boleh diam,” lanjutnya.
LSM KCBI menegaskan bahwa langkah ini bukan semata demi organisasi, melainkan demi keadilan, transparansi, dan perlindungan terhadap aktivis serta masyarakat sipil yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

Kematian seorang pejuang keadilan tidak boleh berlalu tanpa kejelasan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang komprehensif dari pihak Dinas PUPR maupun otoritas terkait mengenai detail peristiwa tersebut. KCBI memastikan akan terus mengawal kasus ini sampai kebenaran terungkap sepenuhnya.

(red)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!