BOGOR, Rajawali News– Sejumlah warga Dusun 2 RT 18 RW 05 Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, mengeluhkan kebisingan yang berasal dari aktivitas produksi beton L-Shape milik PT Anugrah Saba Permana (Asera). Suara bising mesin pabrik disebut mengganggu waktu istirahat warga, khususnya pada malam hari.
Menurut salah satu warga, Mardian, suara bising dari balik tembok pabrik terdengar jelas hingga ke dalam rumah warga. Hal ini telah berlangsung cukup lama dan membuat warga merasa terganggu.
“Kalau di jam kerja, kami masih bisa toleransi. Tapi kalau sudah malam atau waktu istirahat, kami merasa terganggu dengan aktivitas pabrik yang menimbulkan suara keras,” ujarnya.
Keluhan warga sebenarnya bukan untuk menghentikan aktivitas pabrik, melainkan hanya meminta agar jam operasional yang menimbulkan kebisingan dibatasi hingga pukul 22.00 WIB, sebagaimana kesepakatan bersama yang pernah dibuat antara warga, Ketua RT, RW, dan pihak perusahaan pada September lalu.
“Kami sudah pernah mediasi, dan dalam kesepakatan itu semua pihak termasuk RT dan RW menandatangani. Tapi pihak perusahaan seolah mengabaikan kesepakatan tersebut,” tambah Mardian.
Menanggapi hal ini, Yanto selaku Owner PT Anugerah Saba Permana menyatakan bahwa pihaknya tidak berniat mengabaikan keluhan warga. Menurutnya, terkadang kondisi produksi yang tidak menentu menyebabkan aktivitas lembur di luar jam yang disepakati.
“Bukan kami abaikan, tapi situasional produksi kadang tidak bisa diprediksi. Misalnya bahan baku datang malam, itu memaksa kami produksi di luar jam kerja normal. Tapi ini pun tidak setiap hari,” jelas Yanto saat dikonfirmasi Rabu (1/10/2025).
Yanto juga menyebut bahwa informasi ini sudah pernah disampaikan dalam mediasi bersama RT, RW, dan tokoh masyarakat setempat, serta saat pertemuan dengan salah satu LSM yang mendampingi warga.
Namun hingga saat ini, Ketua RT, Ketua RW, dan Kepala Dusun setempat belum dapat dikonfirmasi terkait perkembangan terbaru persoalan ini.(Hesty)


