Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img

KCBI Ledakkan Fakta Kelam: Asap Beracun dari Tambang Ilegal Diduga Sengaja Dibiar­kan—Warga Dijadikan Korban!

Muara Enim— Ledakan kritik keras kembali mengguncang dunia pertambangan ilegal. Ketua Umum LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) melontarkan pernyataan yang tidak bisa lagi dianggap biasa. Ia menegaskan bahwa asap pekat yang membumbung dari lahan tambang batu bara yang diduga ilegal bukan hanya bentuk pencemaran, tetapi kejahatan lingkungan yang terorganisir dan dilakukan dengan kesengajaan.

Dalam pernyataan resminya, Ketum KCBI menyebut bahwa apa yang terjadi adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.

> “Ini bukan lagi persoalan debu atau asap. Ini adalah asap beracun hasil dari aktivitas ilegal yang dibiarkan merajalela. Setiap orang berhak menghirup udara segar sesuai undang-undang. Jika hak itu dirampas, maka ada pihak yang harus bertanggung jawab. Dan kami akan membongkarnya!” tegasnya.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

 

Menurut temuan awal KCBI, asap tersebut muncul dari tumpukan batu bara yang diduga sengaja dibiarkan terbakar, memicu polusi ekstrem yang menyebar hingga ke wilayah permukiman. Bau menyengat dan kabut tebal membuat warga resah, namun aktivitas di lokasi yang diduga ilegal itu tetap berjalan tanpa hambatan.

KCBI menilai bahwa pembiaran ini menunjukkan adanya dugaan kuat permainan antara oknum aparat, cukong tambang, dan pihak tertentu yang menikmati keuntungan dari kegiatan ilegal tersebut.

> “Jika tambang ini benar ilegal, lalu siapa yang memberi mereka keberanian? Mafia batu bara? Atau ada oknum yang mem-backup? Negara tidak boleh tunduk pada mafia!” ujar Ketum KCBI dengan suara menggelegar.

 

Warga mengaku sudah menderita batuk berkepanjangan, sesak napas, dan ketakutan. Anak-anak dan lansia paling terpukul. Namun laporan mereka seolah hilang ditelan gelapnya praktik tambang liar.

KCBI menegaskan bahwa ini bukan lagi sekadar masalah pencemaran, tetapi indikasi kejahatan lingkungan yang sistematis, yang memanfaatkan kelengahan aparat dan memakan korban dari masyarakat kecil.

Ketum KCBI mendesak KLHK, Polri, dan Pemda untuk segera turun ke lokasi:

> “Kalau negara diam, KCBI tidak akan diam! Kami siap buka data, buka peta, dan buka jaringan siapa saja yang bermain. Jangan sampai rakyat kecil terus jadi tumbal kerakusan mafia tambang.”

Dengan nada tinggi, KCBI memastikan akan memantau kasus ini hingga akar-akarnya terbongkar. Publik diminta bersiap, karena menurut mereka, “ini baru permulaan.”

(red)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan Bawah
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
error: Content is protected !!