Kalimantan Barat KKU Kalbar: Media Rajawali News
Ali Sopyan pimpinan umum Media Rajawali grup mendesak jajaran Mabes polri untuk segera mengusut tuntas kasus sejumlah proyek Pembangunan yg Makrak .di Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat. Pasalnya Koruptor menjamur diduga menjadi santapan Tikus berdasi bertaring tajam di Sukadana Kabupaten Kayong Utara (KKU) Kalimantan Barat (Kalbar) . Pasalnya sejumlah proyek yg menghabiskan nggaran ratusan milyar belum di sentuh hukum , diduga keras para koruptor menjadi ajang sapi perahan aparat berlabelkan dasi Cap Tikus bertaring tajam.

Gerombolan Rampok Uang Rakyat 100’an Milyar “Berkedok Proyek PDAM di Desa Tanjung Satai Sukadana-KKU” Kalbar.
Aparat Penegak hukum Kalbar Disinyalir terindikasi mandul dalam menghadapi gerombolan koruptor Rampok uang negara Berkedokan proyek PDAM, Proyek Gedung pabrik Jagung dan proyek Pengairan yang di kelola kebijkan Pemerintah Dinas PU KKU.
Pimpinan Umum Media Rajawalinews (RN) Group , Mendesa jajaran Bareskrim Mabes. Polri untuk turun gunung mengungkap Gerombolan pejabat atau penjahat gorok. dana anggaran proyek sehingga. pembangunan, terbengkalai dan tidak ada Azas memfaatnya dari awal di bangun hingga sekarang.

ironisnya. Aparat. Penegak hukum tak Perduli . Bak Macan Ompong tak punya Taring dalam mengurus korupsi di KKU Kalbar. Ada apa di balik ini semua, sehingga menjadi pertanyaan di kalangan LSM yang perduli dengan keuangan Negara untuk kemakmuran masyarakat dalam percepatan pembangunan di KKU Kalbar yang baru memisahkan diri dari Kabupaten Ketapang Kalbar membentuk Kabupaten Baru bernama KKU.
Termasuk Proyek pengadaan satuan barang / jasa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Dusun Kepuyu Desa Tanjung Satai Kecamatan Pulau Maya Kabupaten Kayong Utara (KKU) Kalbar. Sejak awal pembangunan hingga selesai Proyek PDAM tidak pernah digunakan dan dirasakan masyarakat, yg sangat membutuhkan air bersih tersebut .
Gerombolan Pejabat Rampok Uang negara Sisteam jaringan berjema’ah bersembunyi di balik kekuasaan menyimpang dalam wewenang jabatan bak pepatah mengatakan Lubuk kecil penuh dengan Buaya. Lapar hal tersebut terbukti proyek pengadaan barang / jasa penunjukan rekanan pemenang tender proyek PDAM dn lain-lain dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan walhasil terbengkalai dan mangkrak serta tidak ada pundi dan azas memfaatnya buat masyarakat setempat.
Tim V Pemburu fakta Rajawalinews investigasi kelapangan Kamis (12/05/22) di temukan proyek di dalam hutan rimba belantara, proyek PDAM terbengkalai dan adanya proyek Mangkrak serta Mark-Up, indikator adanya potensi proyek berkedok merampok dan Menggarong uang Negara dengan menggunakan kekuasaan wewenang dalam kekuasaan jabatan di tubuh Pemerintah KKU. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) KKU, pemilik proyek PPK dan PA (Pengguna Anggaran) menggunakan keuangan Negara untuk kemakmuran masyarakat sirna di rampok para pejabat Berdasi Label cap Tikus Cecurut bertring Tajam dan anjing di pemerintahan KKU, yang mana terkesan Kebal hukum dan anti hukum dalam perjalanan bentuk Modus proyek di Kbupten yang baru berumur 13 baru lamanya,
Korupsi Modus proyek menggunkan kekuasaan berdasi cap Tikus bertaring panjang. Berlindung di balik kekuasaan . Rampok dan garong uang Negara berkedokan dan mengatasnamakan proyek PDAM di Desa Tanjung Satai, sudahkah menjalankan proses tender sesuai prosedur atau tidak, apakah sudah tepat sasaran atau tidak? Faktanya proyek tersebut di dalam hutan rimba belantara. Benarkah BPK berasil mengaudit anggaran Proyek proyek proyek yg mangkrak, di KKU . Kalbar.
Semoga jajaran Mabes polri berhasil mengungkap Gerombolan rampok berdasi yg teroganisir . Seperti memeriksa Kepala Dinas PU bersama SKPD yang terkait bisa mengatakan proyek PDAM sempurna 100%, dasar mengatakan sempurna 100% sepert apa ?
Fakta apakah tepat guna dan bermanfaat buat masyarakat bersama anggaran 100’an milyar tidak sempurna dan Sirna seperti apa serah***(Redaksi )


