Ketapang Kalimantan Barat “Rajawalinews.online”
Jumadi anggota tim investigasi dari DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kab. Ketapang Kalimantan Barat tuding Kepala Sekolah (Kepsek) SMK N 1 dan Ketua Komite SMK N 1 Matan Hilir Selatan (MHS) menyalahgunakan dana APBD Provinsi, bahasa tudingan ini dijatuhkan Jumadi bukan tanpa sebab, dengan adanya kejadian sedikit goncangan angin yang menimpa bangunan 2 ruangan yaitu ruangan perpustakaan dan ruangan kelas 1 lokal saat dalam kegiatan belajar-mengajar roboh. Kejadian terjadi pada hari Rabu (15/02/23) yang diperkirakan sekitar jam 09.30 wib.

Jumadi anggota tim investigasi LAKI Kalbar mengatakan kepada Rajawalinews (RN) Jumat(17/02/23),” Kejadian yang di alami SMK N 1 Matan Hilir Selatan (MHS) sangat tidak wajar, karena kalau memang ada kejadian angin badai atau angin puting beliung, kenapa bukan atap bangunannya yg hancur. Sungguh aneh bin ajaib, atap kedua bangunan tersebut tetap utuh cuma bagian dek plafon dalam saja yang runtuh dan bagian luar satu pun tidak ada cacat. Artinya Kepala Sekolah dan Ketua Komite bekerjasama dalam dugaan penyalahgunaan dana APBD Provinsi Kalimantan Barat yang mana dilaksanakan CV. Garis Katulistiwa Mandiri dengan pagu dana Rp. 486.000.000, maka dari itu Jumadi meminta kepada Inspektorat, kejaksaan bagian tindak pidana korupsi dan juga Timsus Polda Kalbar agar bisa menyelidiki atau meninjau proyek pembangunan SMK N 1 Kec. Matan Hilir Selatan Kab. Ketapang Kalimantan Barat untuk turun ke lapangan langsung.”di ungkap Jumadi.

RN konfirmasi bersama Kepsek SMK N 1 lewat via WhatsApp dengan no hp. 081347939xxx pada hari Sabtu (18/02/23), dijelaskan Pak Kepsek,” Saya sudah menyampaikan ke pihak Komite segera memperbaikinya sebelum penyerahan pekerjaan ke sekolah dan untuk sekarang sudah diperbaiki dan terus dievaluasi perkembangannya biar terlaksana dengan baik.” jelas Kepsek lewat chat WhatsApp kepada RN.

RN lanjut konfirmasi kepada Bapak Komarudin selaku Ketua Komite dan juga seorang anggota kepolisian Kab. Ketapang, dikatakannya,” Kejadian tersebut akibat cuaca, dek plafon tersebut roboh karena faktor air hujan yang merembes masuk sehingga mengakibatkan dek nya roboh, lagipun ini masih masa pemeliharaan jadi masih tanggungjawab pelaksana. Sekarang ini sudah mulai diperbaiki dan kami juga meminta untuk lebih diperkuat lagi kepada pihak pelaksana CV. Garis Khatulistiwa Mandiri bapak Abdulbar. Di sini tidak ada korban cuma cedera ringan dan siswa tersebut sudah masuk sekolah.”ungkap pak Komarudin kepada RN saat di konfirmasi RN.
Terpisah, RN konfirmasi dengan pelaksana kerja CV. Garis Khatulistiwa Mandiri bapak Abdulbar lewat via WhatsApp dan dikatakannya,”Memang benar kami sebagai pihak pelaksana kerjanya, namun ini cuma sebagai bantuan kami saja, karena ini bukan proyek PL maupun Lelang akan tetapi swakelola. Dikarenakan pihak Komite sebagai pelaksana bukan ahlinya dalam pekerjaan ini, maka mereka meminta bantuan kita. Kami sudah bekerja sesuai RAB yang ada dan ini terjadi karena bencana alam, saat kejadian tersebut bukan hanya di SMK N 1 saja, namun ada beberapa tempat juga di lingkungan tersebut yang terkena musibah,” jelas pak Abdulbar kepada RN via telepon.*##(tim Rajawali.002)


