Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Rajawalinews.online ‘’
Protes jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga Kelurahan Mulia Kerta RT.03 Kecamatan Benua Kayong Kebupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) menanam pohon pisang di akses jalan Sunan Kali Jaga Mulia Kerta.
Menanam pohon pisang adalah aksi yang dilakukan untuk melampiaskan kekesalan warga pada Pemerintah dan para oknum DPRD Dapil 6 yang ada. Jalan tidak kunjung diperbaiki sehingga warga masyarakat setempat mengambil sikap Tanam Pisang di sepanjang jalan Sunan Kali Jaga Mulia Kerta Ketapang Kalbar.

Warga masyarakat menanam pohon pisang di jalur akses jalan lantaran jalan tersebut tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun, sementara kondisi jalan rusak parah. Jalur ini merupakan akses warga yang tak kunjung mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah dan para oknum DPRD Dapil 6 (Enam).
Warga masyarakat merasa sangat kecewa terhadap kinerja Pemerintah Daerah Ketapang Kalbar, terlebih para elit politik anggota Dewan DPRD yang sudah terpilih dan duduk di singgasana kursi empuk DPRD yang penuh dengan kebijakan untuk memperjuangan kepentingan masyarakat, hingga sampai saat ini DPRD yang terpilih di dapil 6(Enam) seperti di lansir serta di kutip informasi dari Ketua RT Karciono, RT.003/RW.001 jalan Sunan Kali Jaga Kelurahan Mulia Kerta Ketapang Kalbar.
Warga masyarakat Kelurahan Mulia Kerta menanam pohan pisang di sepanjang jalan. Tim Rajawalinews (RN) Group menghimpun data Senin (18/07/22), jalan yang rusak parah di tengah kota dan lingkungan padat penduduk ini sudah sering kali diusulkan beberapa kali kepada Pemerintah dan oknum Anggota DPRD di Dapil 6, bahkan sudah berulang-ulang kali masuk ke dalam Musrembang dari Musdes, MusCam dan Musda, namun semua hanya cerita semilir angin, bagi sang penguasa adalah pandangan semu sontoloyo semata, fakta jalan Sunan Kali Jaga tak kunjung ada perbaikan. Di mana Anggaran uang Negara sebesar Rp.5 trilyun untuk kemakmuran masyarakat Ketapang Kalbar tersebut? Dikemanakan uang Negara yang bernilai fantastis tersebut, itu pertanyaannya?

Usulan pembangunan jalan Sunan Kali Jaga yang dikeluhkan warga Mulia Kerta, sudah beberape kali diajukan namun tidak ada kejelasan, fakta sesungguhnya, ajuan tidak di respon serta tidak ada keperdulian untuk pembangunan jalan yang padat penduduk tersebut.
Dengan kekecewaannya terhadap akses jalan yang tidak pernah di perbaiki sehingga jalan dijadikan Kebun Pisang. Bersama ini dimana keuangan Negara yang setiap tahun mengucur ke Daerah Ketapang Kalbar, keuangan Negara bentuk APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tak bisa sempurnakan jalan dalam Kota Ketapang Kalbar.
Dan di mana KPK serta tim Tindak Pidana Korupsi dari Mabes Polri dan tim Khusus Kejagung untuk memeriksa Proyek abal-abal di Ketapang Kalbar terindikasi di duga kuat milik oknum penguasa serta proyek kepentingan individu dan kelompok. Ada apa, jalan kota tak tersentuh keuangan Negara yang dalam satu tahun ± Rp. 2,5 Trilyun tersebut. Jalan setan laknat tanami pisang tak pernah diperbaiki “Dimana Pemerintah dan DPRD tak ade perhatian” untuk kemakmuran masyarakat kecil dan miskin.*##(Yan)


