Kuningan, rajawlinews.online – Menanggapi pemberitaan terkait kolam gurame di Desa Kalimati, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, yang disebut gagal total dan berakhir menjadi kolam kosong, pihak desa dan kelompok pengelola memberikan klarifikasi.
Ketua kelompok pengelola Surya Fishing, Agus Sulaeman, menyebut bahwa kegagalan budidaya gurame bukan semata-mata akibat pengelolaan dana, melainkan lebih pada faktor teknis dan alam.
“Budidaya gurame itu membutuhkan kondisi air yang benar-benar stabil dan bening. Di Kalimati, sumber air bercampur lumpur dan tanahnya dominan lempung. Itu membuat ikan gurame sangat rawan mati,” ujarnya.
Menurut Agus, meskipun kolam terpal berbentuk bulat sudah dibangun sesuai rencana, masalah kualitas air menjadi kendala utama. Air keruh dan berlumpur membuat ikan tidak tahan lama, bahkan sebelum masa panen.
Selain faktor teknis, kondisi cuaca di wilayah Kalimati juga disebut tidak mendukung. Intensitas hujan tinggi dan perubahan suhu ekstrem menyebabkan tingkat stres ikan meningkat sehingga berisiko kematian massal.
Kepala Desa Kalimati, Hasan Bahri, S.Pd.I, menambahkan bahwa pihak desa memang tidak terlalu ikut campur secara langsung dalam teknis pelaksanaan. Hal ini dilakukan agar program berjalan dengan prinsip kemandirian kelompok.
“Pemerintah desa hanya mendukung melalui anggaran sesuai prioritas ketahanan pangan, sementara teknis sepenuhnya diserahkan kepada kelompok. Kami tidak ingin disebut terlalu mencampuri urusan kelompok,” jelasnya.
Hasan juga mengakui bahwa perencanaan dan pengawasan masih kurang matang. Namun, hal ini menjadi pelajaran penting agar ke depan program serupa harus lebih diperhitungkan dari sisi kelayakan lokasi, jenis ikan yang cocok, hingga dukungan teknis dari dinas terkait.
“Ini bukan soal niat atau kesengajaan untuk gagal, tapi lebih pada kurangnya pengalaman. Harus ada evaluasi bersama agar dana desa benar-benar tepat sasaran,” kata Hasan.
Dengan demikian, program gurame Kalimati tidak serta-merta bisa disebut fiktif atau pemborosan. Menurut pihak desa, uang negara tetap digunakan sesuai rencana, hanya saja faktor alam, teknis, dan minimnya pengalaman menjadi penyebab kegagalan.
Pihak kelompok Surya Fishing juga berharap pemerintah desa dan dinas perikanan dapat memberikan pendampingan lebih intensif di kemudian hari agar program ketahanan pangan bisa berkelanjutan dan benar-benar memberikan manfaat nyata. (GUNTUR – Kaperwil Jabar)


