Kamis, April 16, 2026
spot_img

Dugaan Mark’Up Harga Motor Listrik MBG Terindikasi Akan Rugikan Negara 

Dugaan Mark’Up Harga Motor Listrik MBG Terindikasi Akan Rugikan Negara

Rajawalinews.online

Motor listrik MBG ( Makanan Bergizi Gratis ) didgunakan sebagai kendaraan operasional untuk menunjang mobilitas petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendistribusikan TV makanan, terutama di daerah terpencil atau wilayah yang sulit diakses.

Motor ini difungsikan untuk membantu operasional lapangan agar penyaluran gizi merata.

Mencuatnya dugaan Korupsi bersangkutan dengan pengadaan motor listrik yang merupakan program Pemerintah untuk Operasional MBG menimbulakan pertanyaan baru tentang transparan penggunaan uang Negara.

Motor trail listrik yang diklaim seharga Rp. 42 juta per unit yang memiliki kemiripan dengan produk yang ditemukan warganet diPlatform Alibaba, dengan harga hanya berkisar Rp. 8 sampai 10 juta rupiah, “dikutif dari vidio yang viral Minggu 12-04-2026 dari Akun Instagram jogjastudent yang konten kreatornya Aryo Pamungkas.

Dugaan bahwa motor listrik operasional dalam program MBG bukanlah produk baru, melainkanhasil rebranding daei unit asal tiongkok yang dijual jauh lebih murah dipasar Internasional, ” Tuturnya”.

Aryo menyebutkan motor trail listrik yang diklaim bernilai Rp.42 juta per unit memiliki kemiripan spesifikasi dengan produk yang ditemukan Alibaba dengan harga hanya sekitar Rp. 8 hingga 10 juta.

Dari pengadaan 21 ribu unit menimbulkan ketidakpercayaan ketika selisih harga tersebut dikalikan dengan jumlah pengadaan nilainya diperkirakan sampai ratusan miliar rupiah.

Dengan ini akan memperkuat dugaan pengelolaan anggaran negara tidak transparan dan akan merugikan negara.Dugaan Mark-up pengadaan motor listrik menunjukkan adanya indikasi penyimpangan yang dilakukan secara terang-terangan.

Sementara itu Dadan Hindayana Kepala BGN menyatakan bahwa pembelian motor listrik tersebut justru lebih rendah dibanding dengan harga pasar, dari harga Rp42 juta dibandingan dengan harga umum Rp. 52 juta dan telah masuk dalam rencana anggaran tahun 2025.

 

Red.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!