Sumsel media Media
Tim pemburu Fakta Tindak pidana Korupsi
Rabu 3 Agustus 2025
Hasil Invetigasi
Rajawali News TIM Pemburu Tindak Pidana Korupsi
Hasil temuan di lapangan
Berdasarkan informasi yg diperoleh Dari masyarakat desa sembadak kecamatan pemulutan tempat lokasi Proyek tersebut dilaksanakan. Sangat
disayangkan proyek yg diperuntukan untuk meningkatkan hasil produksi
Pertanian tersebut tidak dikerjakan Sesuai dgn perencanaan, sepertinya Pekerjaan tersebut terputus ditengah
Jalan, dari hasil pengerjaannnyapun
Sangat jelas pungsi pengawasan yg Dilakukan oleh dinas pertanian kabupaten ogan ilir tidak sesuai Prosedur, akibatnya dana yg
Dianggarkan jadi mubazir. Kades desa Sembadak saat diwawancarai Menerangkan tidak pernah tau terkait Pelaksanaan proyek tersebut, krn tdk Perna ada laporan dari pelaksana
Proyek. Berdasarkan keterangan dari Mantan kadis pertanian ogan ilir yg Menjabat saat itu melalui tlpon hanya Menjelaskan bahwa proyek tersebut Dikerjakan oleh kelompok tani, sampai
Media Rajawali News
Tim pemburu Fakta Tinsak Pidana Korupsi,
Tetap melaku kan Pemantauan informasi Korupsi
Ke terlibatan kelompok tani dugaan
Di belakang nya oknum pengusaha
terkuat penghasil ribuan ton pertahun
Beras dalam wilayah kecamatan kab Ogan ilir Provinsi sumatera Selatan
Dalam wilayah Desa Sembadak dan perbatasan Desa pemulutan ilir kelompok tani berinisial :(Pi,-Kd Ji,)
Berdasar kan keterang Ketua RT
dalam wilayah kecamatan Pemulutan Kab Ogan ilir kepercayaan dari pengusaha penghasil beras terbesar secamatan kecamatan Pemulutan kab Ogan ilir
Selaku makelar jual beli lahan pertanian milik masyarakat penduduk Asli dengan harga permeter Tanah beli di masyarakat Rp 12.000 permeter
dari Orang nomor satu menghasil beras permeter Rp 1400.000
Mendapat kan ke untung Rp 2000
permeter Surat keterang jual sebatas Surat masih tetap di pengang Oleh pemilik lahan persawahan tidak terbukti jual beli tanah karena yang
Keterang ketua RT, dalam wilayah kecamatan pemulutan untuk tanah penduduk Asli sudah tidak ada lagi lahan pertanian hanya ada 1/4 selain
Nya itu habis terjual
Setia ada bantuan alat pertanian
perlengkapan selama ini
Di tampung kelompok tani (Pi,kd,Ji.)
Setiap petugas pajak alat pertanian milik kelompok tidak di kena kan Pajak seperti alat pertanian
Puluh unit Perlengkapan pertanian di tampung gudang setiap petugas pajak
Alat milik Pengusaha pengsil beras terbesar tapi sebenar nya milik masyarakat petani saling lempar
Di belakang rumah Kelompok tani berisial (P)Asli masyarakat pemulutan
Orang nomor dari Pengusaha beras di dalam wilayah kecamatan pemulutan
Terdiri 25 Desa kecamatan pemulutan kab Ogan ilir
rumah ada gudang Penampung Alat pertanian Seperti Jonder alat pertanian dan lain
Ada petugas pajak ini milik Pengusaha penghasil Beras terbesar
Tim : pemburu Fakta Rajawali News
Tindak pidana korupsi
Terhitung sebelum Ta 2021 Patut
Di Pertanya alat Perlengkapan di
bidang Pertanian anggaran sebelum nya tahun 2021 kelompok selain kelompok tani bernisial : pi,kd,Ji)
Di dukung Pengusaha Swasta
Bentukan pemerintah Desa terdiri 25 Desa dalam wilayah kecamatan Pemulutan Kab Ogan ilir Sumsel
belakang Orang terkuat pengusaha penghasil beras pihak swasta pemulutan ilir kab Ogan ilir
Dugaan di belakang Orang terkuat penghasil beras di dalam wilayah kecamatan pemulutan kab Ogan ilir
Berita ini diterbitkan janji mantan Kadis pertanian ogan ilir, H Abi Bakrin sidik SP,,M.Si untuk memberikan Keterangan lebih lanjut tidak pernah Terlaksana Dengan alasan Sibuk,terpaksa kami terbit kan
Junarlis :
Sumsel :Media Rajawali News TIM Pemburu Fakta Tindak pidana korupsi ( Berita, ber sambung )


