Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Rajawalinews.online ‘’
Kebijakan dan kekuasaan untuk sebuah kemakmuran masyarakat di Desa pedalaman yang selalu digaungkan. Usulan dalam kekuasaan dan kebijakan itu semua hanya cerita semilir angin lalu atau cerita simpati politik mencari sensasi dengan hasil masyarakat hadir dalam kesusahan dan kesengsaraan dengan janji-janji tak berarti bersama politik kotor.

Anak-anak setiap hari berangkat sekolah lewat jalan setapak menembus hutan untuk menyeberangi sungai lewat titian kayu bulat dari RT. 09 Dusun Pauh Desa Kualan Tengah Kec. Simpang Hulu Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) menuju Kampung Roko ± 3 kilometer, akses jalan dan jembatan tak ada di kampung Teluk Sandung ini, penduduknya hampir 60 KK baru berbentuk RT belum dimekarkan menjadi Dusun.
Diungkapkan Pak Wel saat di konfirmasi Tim Media Rajawalinews (RN) Group pada (02/08/22),” Selama ini pak Kades dan Sekdes tidak pernah masuk kesini, adapun kemarin saat pemilihan saja. BPD pun mengatakan memang pak Kades pun tak ada datang di Dusun Teluk Sandung, dikampungnya tinggal pandai-pandai warga lah, Kades hadir disini saat pemilihan Kepala Desa saja.

Di Kampung Teluk Sandung penduduk sekitar 60 KK tapi tak ada Pustu (Puskesmas Pembantu), tak ada posyandu, tak ada sekolahan, tak ada listrik dan tak ada air bersih. Sungguh penduduk sebanyak itu satu RT. 09 saja, jalannya hancur lebur banyak yang tak sekolah di sana. Anak-anak tak bisa menuntut dan menimba ilmu Pendidikan, lengkap sudah penderitaan penduduk setempat, tidak ada perhatian pembangunan dari Pemerintah Daerah.
Akibat tidak adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten/Kota Ketapang Kalbar, anak-anak kami kebanyakan buta huruf akibat sekolah tidak ada, adapun jauh melintasi jalan setapak melewati hutan dan Jembatan penyeberangan sungai hanya menggunakan sebatang kayu bulat untuk melintasi sungai yang dalam serta arusnya yang deras.” ujarnya.
Terpisah menurut keterangan pak RT.09 Dusun Pauh Desa Kualan Tengah,” Pak Kades dulu pernah datang sebelum pemilihan, dia jadi Kades sampai hari ini tak melihat batang hidungnya datang ke kampung Teluk Sandung ini, malah disini penduduknya ada hampir 60 KK cuma satu RT. 09 saja. Air bersih di bangun tak jadi-jadi dan tidak berpungsi hingga sampai saat ini, bangunannya sudah hancur berantakan. Tempat kesehatan Pustu juga tidak ada, Paud tidak ada dan sekolahan SD tidak ada, penerangan lampu juga tidak ada serta jalan hancur lebur tidak ada sentuhan dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Ketapang Kalbar.

Diungkapkan lebih lanjut perihal Proyek bendungan air bersih di RT. 09 Teluk Sandung Dusun Pauh Desa Kualan Tengah Kec. Simpang Hulu oleh Pak RT.09 pada RN,” Pembangunan tak ada papan plang, jadi tidak tau darimana Sumber Dana proyek air bersih dan berapa nilainya, sampai sekarang tidak selesai proyek tersebut sudah jebol.
Belum sempat dipungsikan sudah rusak berantakan dan bangunan tidak layak hanya pakai semen pasir seperti dinding tanpa ada penahan sepert tiang atau kawat cor. Bendungan penampung air bersih proyek yang di bangun dengan keuangan Negara tersebut belum sempat dipungsikan sudah hancur dan berantakan diakibatkan proyek asal-asalan.”tandasnya Pak RT.
Dan saat mengkonfirmasi Ketua BPD, dia pun bingung dan mengatakan kepada RN,” Saya pernah menanyakan proyek bendungan air bersih itu milik siapa dan mereka bilang itu proyek aspirasi milik Edipolo tpi sya dk tau berapa anggarannya, karena plangnya memang sengaja ndak dipasang mereka.
Kalau Dana Desa (DD) di sini 1.7 milyar. Kami pernah meminta drafnya namun ndak dikasih.”pungkasnya Ketua BPD.
Warga masyarakat Desa Kualan Tengah sangat sengsara dan penuh penderitaan akibat tidak terjamah pembangunan dari anggaran keuangan Negara bentuk APBD maupun Dana keuangan ADD-DD, semua bentuk pembangunan tidak ada di desa ini, jembatan tidak ada di bangun, sekolahan tidak ada, jalan tidak di sentuh oleh Pemerintah Daerah, Pustu tidak ada, Posyandu tidak ada, Paud tidak ada, Listrik tidak ada dan proyek bendungan air bersih tahun 2021 tidak sempat dipungsikan sudah hancur dan musnah berantakan.
Masyarakat di pedalaman disinyalir dianak-tirikan dan tidak pernah mendapatkan pembangunan dari Pemerintah Daerah, di mana keuangan Negara untuk kemakmuran masyarakat di pelosok Desa yang terisolir. Dimana keuangan tersebut untuk pembangunan Desa dan seperti apa Audit pemanfaatan keuangan Negara pertahun sebesar 2,5 Trilyun untuk kemakmuran masyarakat dan pembangunan Daerah seputaran Desa Kualan Tengah tak tersentuh pembangunan Pemerintah bersama kebijakan Korupsi Berjema’ah.*##(Yan-Misransyah)


