Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Bantuan DPC Partai Gerinda Ketapang Atas Perintah Camat Nanga Tayap Menarik Kembali Bantuan Yang Telah Diserahkan.

Kalimantan Barat Ketapang “Rajawalinews.online”

Bukan rahasia lagi, dimana bantuan cuma dijadikan ajang politik bagi sebagian parpol untuk mencari dukungan. Namun ini baru ada dalam sejarah kita, yang mana bantuan yang sudah diberikan dalam waktu semalam ditarik kembali. Adapun bantuan tersebut hanya bernilai 2.5 jt.

Dok. Penarikan kembali bantuan DPC Gerindra Ketapang dari tenda korban banjir atas perintah Camat Nanga Tayap

Masyarakat korban banjir di Desa Nanga Tayap luarbiasa kecewa kepada DPC Gerindra sebut namanya Mathoji, berdasarkan konfirmasi awak media Rajawalinews (RN) bersama wartawan Buser 24/LSM AMPUH/FTV kepada pengungsi korban banjir di Desa Nanga Tayap yang menyatakan bahwa mereka benar-benar sangat membutuhkan bantuan dan mereka sudah 9 hari mengungsi di lapangan bola Nanga Tayap. Pada tanggal 14/10/2022 Ketua DPC GERINDRA KETAPANG mendatangi tenda pengungsian di Desa Nanga Tayap guna memberikan bantuan dan berfoto bareng dengan warga yang terdampak banjir, bantuan tersebut senilai 2.5 jt. Namun setelah keesokan harinya bantuan tersebut ditarik kembali lagi atas perintah Camat. Salah satu warga mempertanyakan bantuan yang ditarik kembali atas perintah pak Camat dan dijawab pak Camat,” Kami hanya menitipkan saja, jadi kami ambil lagi.

âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
Dok. Foto bersama bantuan DPC Gerindra yang keesokan harinya ditarik kembali atas perintah Camat Nanga Tayap.

Tim awak media sempat mempertanyakan tentang kebijakan Kepala Desa setempat, semua warga pengungsi serempak mengacungkan jempol atas kebijakan yang diberlakukan oleh Kades Hafif.

Kami sangat berterimakasih dan bangga mempunyai Kades seperti pak Hafif Pahturahman, beliau beserta jajarannya sangat membantu kami yang terdampak banjir ini, semua fasilitas disediakan. Kami disediakan tenda dan makanan yg cukup dan kami juga disediakan fasilitas mobil ambulan dan lain-lainnya untuk penanggulangan bagi warga yg sakit. Kami sangat berterimakasih kepada Kepala Desa kami dan semua jajarannya atas segala fasilitas yang disediakan untuk keperluan kami selama mengungsi.” ungkap salah satu warga korban banjir.

Terpisah, diungkapkan seorang aktivis perduli lingkungan kepada RN sebut namanya M. Sandi, Selasa (18/10/22),” Ini adalah sejarah baru dalam kancah perpolitikan, baru kali ini saya sebagai seorang aktivis mendengar dan melihat sebuah permainan politik yang sangat kejam. Datang memberikan bantuan dan meminta warga korban banjir untuk berfoto bersama sambil memegang bahan sembako (beras dan mie sakura) sebagai tanda bukti telah memberikan bantuan.

Namun yang sangat disesalkan di sini, bantuan tersebut pada keesokan harinya diangkut kembali. Jikalau tidak ikhlas janganlah memberi harapan palsu dan kebahagiaan semu bagi para korban banjir yang memang sangat membutuhkan bantuan tersebut. Janganlah perasaan rakyat kecil dimainkan seperti itu. Masih banyak dermawan-dermawan lain yang lebih tulus memberikan bantuan tanpa ada niat dibelakangnya.

Yang menjadi pertanyaan saya, apakah Ketua parpol Gerindra tau dengan kejadian penarikan kembali bantuan yang sudah diserahkan kepada warga korban banjir atas perintah pak Camat atau ini memang sebuah persekongkolan antara parpol dan pak Camat Nanga Tayap?” pungkas M. Sandi sebagai aktivis perduli lingkungan. *##(Tim Rajawali. 002).

âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!