Minggu, Juni 14, 2026
spot_img

Bantahan Atas Klarifikasi Camat Monri Tentang Penarikan Bantuan Partai Gerinda.

Kalimantan Barat Ketapang “Rajawalinews.online”

Bantahan ini kita buat atas berita Klarifikasi yang terbit di beberapa media yang tanpa tau kejadian dilapangkan secara langsung menyudutkan media Rajawalinews (RN) membuat berita bohong. Di sini perlu RN pertegaskan, media RN tidak ada menyebutkan kata bohong dan tidak ada juga menuliskan bahasa ” bantuan banya ecek-ecek (bohong-red) ” seperti yang tertulis dan diberitakan di media-media lain yang tidak pro kepada warga korban banjir dan hanya mendengar sepihak dari Monri tanpa terjun langsung ke lapangan (atau karena ada iming-iming tuk naikkan berita sepihak tersebut). Apakah sekarang ini ungkapan warga korban banjir dianggap angin lalu oleh para media yang menerbitkan berita Klarifikasi si-Monri (karena ada udang dibalik bakwan) tanpa mau mendengarkan jeritan dan keluhan warga korban banjir tersebut.

Dok. Warga yang kecewa telah Foto bersama bantuan DPC Gerindra yang keesokan harinya ditarik kembali atas perintah Camat Nanga Tayap.

Diungkapkan M. Sandi sebagai aktivis perduli lingkungan kepada RN, Rabu (19/10/22),” Dalam berita Klarifikasi si-Monri di media lain, Monri mengaku menerima dan mendampingi penyerahan bantuan ke warga di posko dan tidak ada menarik bantuan, nyatanya bantuan diangkut dari tenda posko warga korban banjir. Apa itu namanya kalau bukan menyerahkan bantuan dan diambil kembali. Kalau tidak ikhlas jangan memberikan harapan dan warga di tenda disuruh berfoto bersama barang bantuan dengan baleho terpampang jelas.” ungkap M. Sandi.

âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Lanjut dijelaskan M. Sandi,” Disitu Monri juga mengatakan bahwa bantuan DPC Gerindra cukup banyak, kalau cukup banyak kenapa bantuan dk seberapa itu diambil kembali, terus masalah persediaan makanan ditenda korban banjir dinilai tersedia, apakah itu adalah hal yang mengganggu buat memberi bantuan. Kalau ada niat mau memberi bantuan ya dibantu, dk perlu memakai embel-embel ini dan itu. Persediaan makanan itu semua adalah bantuan pribadi dari Kades Nanga Tayap ‘Hafif Pahturahman’ untuk warganya yang terdampak banjir.

Dok. Bahasa fitnahan yang tidak ada dalam berita dan jelas-jelas gegade jak kate orang Ketapang t.

Anda sebagai seorang Camat sudah tidak memberi bantuan, malah bantuan yang ada diambil kembali. Mau bantuan tersedia atau tidak, itukan tidak menjadi sebuah masalah buat seseorang untuk memberikan bantuan kepada warga korban banjir kalauniat ingin bersedekah. Bersedekah itu tidak tembang pilih, yang namanya korban banjir ya korban namanya, mau yang miskin atau kaya, tersedia makanan atau tidak, itu semua tidak berpengaruh. Semua tergantung niat, beneran ingin membantu atau membantu karena ada niat pamrih. Kalau sudah tau barang tersedia dan mau diambil lagi untuk diserahkan kepada yang lain, itu berartikan sudah ada niat kenapa tetap disuruh berfoto bersama sebagai bukti telah menerima bantuan sedangkan bantuan tersebut besoknya diangkut lagi. Wajar apabila warga korban banjir merasa kecewa dan sakit hati atas perlakuan Camat Monri yang tidak bertanggungjawab tersebut. Jadi foto bersama itu tuk apa, bukankah lebih baik berfoto aja sama yang diberi bantuan tersebut oleh Monri.

Sedangkan bantuan itu sudah diturunkan di posko dan diserahkan dengan bukti foto bersama, apa hak Camat Monri membuat kebijakan tuk memindahkan bantuan tersebut ke kantor Camat, dan bisa-bisanya Monri mengatakan sebagian, sedangkan kenyataannya bantuan tersebut diangkut semuanya bukan sebagian seperti yang diterangkan Monri di media lain.

Janganlah membuat sebuah klarifikasi untuk membenarkan diri yang tidak sesuai fakta di lapangan. Yang membuat berita bohong itu siapa dan yang menyudutkan itu siapa? Cobalah bersikap manusiawi, apalagi anda sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah sesuai tupoksi anda sebagai pejabat Negara yang harus mengutamakan kepentingan masyarakat terutama korban bencana alam. Masyarakat sekarang tidak bodoh, mereka bisa menilai yang mana yang benar dan mana yang salah.” pungkas M. Sandi sebagai aktivis perduli lingkungan.

Ketua DPC Gerindra Ketapang ‘Mathoji’ mengatakan pemberitaan tidak berimbang dan menyulitkan pihaknya. Perlu kita pertegaskan disini, kita sudah berimbang karena sudah konfirmasi langsung dengan warga korban banjir yang diberi bantuan dan ditarik kembali, serta kita mempunyai narasumber yang bisa dipercaya. Yang perlu kita pertanyakan kembali, apakah berita klarifikasi ini juga sudah berimbang dan wartawan – wartawan dari media yang menerbitkan berita ini sudah turun ke lapangan langsung dan mendengarkan secara langsung keluhan warga yang terdampak banjir tersebut, bukan hanya sebatas omongan saja dan tidak sesuai fakta di lapangan.

Terpisah dikatakan Kades Nanga Tayap ‘Hafif Pahturahman’ kepada RN, Buser 24/FTV/LSM AMPUH pada hari Rabu (19/10/22),” Saya tidak tau tentang masalah ini, karena waktu penyerahan bantuan dari partai Gerindra tidak ada melapor kepada saya, tau-tau saya ditanyai tentang permasalahan ini. Ya saya jawab saya tidak tau menau dengan urusan ini, karena saat penyerahan bantuan dan penarikan bantuan tersebut atas kebijakan Camat seperti yang dikatakan Camat di berita klarifikasinya. Jadi ini tidak ada sangkut pautnya sama saya.” pungkas Kades Nanga Tayap ‘Hafif Pahturahman’.*##(Tim Rajawali.002).

âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!