Cimahi – Polemik pengelolaan aset daerah kembali mencuat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat pekerjaan konstruksi gedung dan bangunan pada Tahun Anggaran 2020 s.d. 2023 senilai Rp7.096.539.200,00 masih dicatat sebagai persediaan untuk dijual/diserahkan lainnya. Fakta ini mengindikasikan adanya keterlambatan proses serah terima barang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) selaku pengguna anggaran kepada instansi vertikal terkait.
Seharusnya, sesuai ketentuan, aset hasil pembangunan tersebut segera diproses serah terimanya untuk dilaporkan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPNL), serta dicatat sebagai aset pada laporan keuangan penerima hibah. Namun, hingga kini hal itu tak kunjung dilakukan, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan akuntabilitas dan tata kelola keuangan daerah.
Pimred Rajawali News Grup, Ali Sofyan, menegaskan bahwa kelalaian ini tidak bisa dianggap sepele.
> “Nilai Rp7,09 miliar bukan jumlah kecil. Jika aset ini dibiarkan mangkrak tanpa status hukum yang jelas, publik patut menduga adanya unsur kelalaian serius dari Dinas PUPR Cimahi. Pemerintah daerah harus segera menginstruksikan langkah tegas agar serah terima ke instansi vertikal dilakukan sesuai rekomendasi BPK. Jangan sampai masyarakat dirugikan oleh tata kelola aset yang amburadul,” tegasnya.
Ali Sofyan juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini agar tidak sekadar berhenti di laporan hasil pemeriksaan. Ia mendesak Wali Kota Cimahi menginstruksikan Kepala Dinas PUPR maupun Kepala Dinas Perhubungan segera menindaklanjuti rekomendasi BPK demi menjaga kredibilitas keuangan daerah dan mencegah potensi kerugian negara.
Kasus ini sekaligus membuka mata publik bahwa tata kelola aset daerah masih jauh dari kata ideal. Jika serah terima tidak segera dilakukan, maka selain merugikan masyarakat, hal ini juga dapat menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk mendalami indikasi kelalaian dan potensi penyalahgunaan anggaran.
(Ali Sopyan pimpinan Media Rajawali news Grup. hubungi fia. Ponsel nya.0877.7867.6490)


