Jakarta Rajawali News– Polemik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memantik kritik tajam. Kali ini, kritik keras datang dari Pimpinan Umum Media Rajawali News Group, Ali Sopyan, yang mempertanyakan kapasitas dan arah kebijakan program tersebut menyusul munculnya sejumlah kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa pelajar di berbagai daerah.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Ali Sopyan menyoroti latar belakang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Prof. Dadan Hindayana, yang dikenal sebagai akademisi di bidang entomologi atau ilmu serangga.
“Publik berhak bertanya, mengapa urusan gizi nasional yang menyangkut jutaan anak Indonesia dipimpin oleh sosok yang latar belakang keilmuannya bukan di bidang gizi? Ini harus dijawab secara terbuka kepada masyarakat,” tegas Ali Sopyan.
Menurutnya, kasus-kasus dugaan keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, kualitas bahan pangan, distribusi makanan, hingga kompetensi manajemen program.
Ali menilai pemerintah tidak boleh menganggap insiden tersebut sebagai persoalan teknis semata. Ia mendesak agar dilakukan audit independen terhadap pelaksanaan program yang menghabiskan anggaran negara dalam jumlah besar tersebut.
“Keselamatan anak-anak sekolah harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai program yang tujuan awalnya baik justru menimbulkan persoalan baru akibat lemahnya pengawasan dan tata kelola,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ali juga menyinggung terungkapnya dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan program MBG. Menurutnya, aparat penegak hukum harus mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.
“Jika memang ada dugaan korupsi dalam rantai pelaksanaan program ini, maka harus dibongkar sampai ke akar-akarnya. Uang negara dan keselamatan anak-anak tidak boleh dijadikan ladang permainan segelintir oknum,” kata Ali.
Sejumlah pengamat kebijakan publik yang dihubungi media ini juga menilai bahwa polemik tersebut perlu dijawab dengan transparansi data dan evaluasi terbuka agar kepercayaan publik terhadap program strategis nasional tetap terjaga.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) belum memberikan tanggapan resmi atas kritik yang disampaikan Ali Sopyan. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.
(Tim Investigasi Rajawali News Group)


