Rabu, Mei 6, 2026
spot_img

Ada Mafia Minyak Solar Di SPBU 3.T Tanjung Satai “Nelayan Miskin Menjerit Kapolda Segeralah Bertindak”.

Kalimantan Barat Sukadana-KKU ‘’ Rajawalinews.online ‘’

Seharusnya nelayan miskin dan kecil di Pulau Maya (Sukadana, red) Kabupaten Kayong Utara (KKU) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bisa bernuansa segar dalam menikmati BBM Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) dalam mendistribusikan 60 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) Public Service Obligation (PSO) dan 40 ton premium dan solar yang masing-masing melalui SPBU 3T. seharusnya masyarakat bisa menikmati bahan bakar subsidi sejak adanya, SPBU 3T (terdepan, terluar, dan terpencil). pendistribusian premium dan solar melalui SPBU 3T di Pulau Maya tersebut merupakan salah satu dari tujuh titik target SPBU 3T di wilayah Hukum Kalbar.

Dok: Adanya Mafia BBM Solar bersubsidi milik nelayan miskin di SPBU.3.T di Desa Tanjung Satai di tancap Cukong/Bos Ikan dan Udang. Masyarakat nelayan miskin bertambah sengsara permanen akibat permainan Mafia di SPBU dan Cukong yang Jahil cari untung besar dalam mafia BBM Subsidi.

Stock BBM Solar dan Premium sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Tanjung Satai se-Kecamatan Pulau Maya Sukadana-KKU, bila mengekpresikannya dengan perjalanan sesuai aturan norma yang ditentukan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 45 dan sila ke-5 Pancasila { Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesa} wujud paling konkret dalam prinsip keadilan.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
Dok: SPBU , 3.T ” di Desa Tanjung Satai KKU Kalbar, adanya Mafia BBM Subsidi Ang dilakukan pengurus SPBU dan Cukong penampung ilegal solar bersubsidi milik masyarakat nelayan miskin.

Mengakses penjualan BBM melalui eceran yang harganya melambung tinggi dari harga normal, sekitar Rp15.000/liter baik Premium maupun Solar. Pulau Maya termasuk Daerah 3T dan proses penyaluran BBM ke wilayah tersebut hanya bisa dilaksanakan dengan modal transportasi laut. Pengantaran BBM PSO jenis Solar dan Premium dapat dilakukan dengan menggunakan Tugboat Tongkang. Prosesnya berjalan sesuai dengan timeline, sehingga warga Pulau Maya dapat mengakses harga BBM dari lembaga penyalur resmi Pertamina dengan harga Premium Rp.6.450/liter dan Solar Rp.5.150/liter. Semoga dengan berjalannya waktu, sila ke-5 terwujud di Pulau Maya Tanjung Satai KKU.

Dok: SPBU 3.T di Desa Tanjung Satai KKU Kalbar, sarat permainan Mafia dalam penyaluran Solar bersubsidi. Nelayan kecil dan miskin menjerit.

Ironisnya, dengan berjalannya waktu keadaan dan situasi serta kondisi penyaluran BBM di SPBU.3.T disinyalir dipermainkan oleh Bandar-Bandar atau Cukong pengusaha ikan mengatasnamakan ‘Kelompok Siluman’ sedangkan, 3.T masuknya ke wilayah Tanjung Satai atas dan rekomendasi warga masyarakat Nelayan di Desa Tanjung Satai Kec. Pulau Maya, bukan milik para Cukong yang ingin menguasai Minyak Solar milik nelayan miskin dan kecil tersebut. Apakah cukong dan Bos-bos penampung Ikan dan udang adalah pemilik SPBU.3.T tersebut?

Diungkapkan salah satu nelayan warga Desa Tanjung Satai “Rik‘’Jumat (13/05/22).”Fakta, adanya pihak Distributor BBM bersubsidi bermain dengan mafia penimbunan BBM Solar bersubsidi yang disinyalir diduga di latar belakangi oknum SPBU 3.T bekerjasama dengan jaringan mafia massif jenis solar bersubsidi. Sebut namanya ‘Hendi Gunawan alias Ahok’, dia berdomisili di Ketapang Kalbar namun bisa ambil BBM belasan ton dari Desa kami dan di bawa ke Ketapang dan di jual disana mengatasnamakan masyarakat Nelayan,‘’ paparnya Rik.

Para mafia BBM solar bersubsidi yang beroperasi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), mereka melakukan mafia solar bersubsidi dengan cara bekerjasama dengan oknum SPBU untuk membeli solar bersubsidi yang kemudian dijual kembali dengan harga tinggi dengan keuntungan berlipat ganda dalam permainan Mafia BBM solar bersubsidi. Jatah nelayan kecil di SPBU habis diborong dan terpaksa membeli di eceran yang harganya selangit dan yang menentukan harga bukan orang SPBU tapi para cukong-cukong yang menentukan harga solar dan premium, solar bersubsidi yang sudah dibeli itu di jual kembali dengan harga selangit.

Kita punya Data dan fakta, bila kita mengambil jatah minyak dan membeli minyak di dalam Nota tidak ada label Harga dan mereka tidak mau mengecap sebagai tanda keabsahan pembelian dari SPBU oleh penyalur dari SPBU 3.T. Ada apa dan sangat luarbiasa permainan para mafia BBM Solar bersubsidi di SPBU 3.T di Desa Tanjung Satai Kec. Pulau Maya KKU Kalbar ini.

SPBU 3.T Desa Tanjung Satai ada Mafia minyak Solar bersubsidi, nelayan miskin menjerit dan meminta Kapolda untuk segera bertindak. Semoga saja Yth. bapak Kapolda Kalbar mendengar jeritan penderitaan masyarakat miskin yang tertindas dan semoga Satgas Ditpolair Polda Kalbar mendengar dan memeriksa adanya permainan Mafia minyak Solar bersubsidi Hak nelayan miskin di Desa Tanjung Satai Kec. Pulau Maya KKU Kalbar yang di makan sang Mafia dan Cukong-Cukong jahil dan nakal,” pungkasnya Rik.*##(Yan)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!