JAKARTA — Langkah konsolidasi data yang dilakukan jajaran Gerakan Anti Narkotika dan Penyalahgunaan Zat Adiktif (GANISA) mulai menunjukkan arah strategis. Penasehat DPP GANISA, Hendrajid Pwidagdo dari BNN RI, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan partisipasi aktif para pengurus serta anggota dalam pengisian data internal organisasi.
Data yang dihimpun tersebut tidak berhenti sebagai administrasi semata. Informasi itu kini menjadi bahan diskusi serius bersama Prof. Owin Jamasy, Ph.D., yang diketahui merupakan Staf Ahli Menteri Dalam Negeri di bidang pemberdayaan. Keterlibatan figur pemerintah dalam pembahasan ini mengindikasikan bahwa data GANISA berpotensi menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan atau program pemberdayaan yang lebih luas.
Dalam pernyataannya, Hendrajid menegaskan bahwa kedisiplinan dan responsivitas anggota menjadi faktor kunci dalam membangun kredibilitas organisasi, khususnya ketika berhadapan dengan pemangku kepentingan tingkat nasional. Ia juga menggarisbawahi bahwa kolaborasi berbasis data akan membuka ruang sinergi yang lebih konkret antara elemen masyarakat dan pemerintah.
Meski belum diungkap secara rinci arah kebijakan yang akan dihasilkan, pertemuan ini dinilai sebagai sinyal awal bahwa GANISA tengah bergerak menuju peran yang lebih strategis, tidak hanya dalam isu pencegahan narkotika, tetapi juga dalam agenda pemberdayaan masyarakat berbasis data.
Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas, langkah ini menjadi sorotan: sejauh mana data yang dihimpun mampu diterjemahkan menjadi program nyata, dan bukan sekadar wacana administratif. Publik kini menunggu, apakah inisiatif ini akan berujung pada terobosan kebijakan atau berhenti sebagai diskursus elitis semata.
(Am)


