Sumsel Perkuat Lumbung Pangan, Hibah Lahan Untuk Bulog di Resmikan
Palembang – RajawaliNews.online
Sebuah langkah besar dalam memperkuat pilar ketahanan pangan nasional baru saja dipancangkan di Bumi Sriwijaya. Bertempat di Palembang, Kamis (9/4/2026), Perum Bulog resmi menjalin sinergi strategis dengan tiga Pemerintah Kabupaten di Sumatera Selatan melalui penandatanganan dokumen hibah lahan untuk pembangunan infrastruktur pasca-panen yang modern dan terintegrasi.
Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto, mengungkapkan bahwa kolaborasi bersama Kabupaten Empat Lawang, Muara Enim, dan Banyuasin ini merupakan bagian dari percepatan transformasi Bulog dalam menjaga kesejahteraan produsen (petani) sekaligus konsumen.
”Pagi ini kami memfinalkan hibah lahan untuk pembangunan gudang di Muara Enim dan Empat Lawang. Khusus Banyuasin, sebagai daerah lumbung pangan, kita tidak hanya bangun gudang, tapi juga dryer (pengering) dan penggilingan padi modern,” ujar Sudarsono.
Selama ini, Kabupaten Muara Enim dan Empat Lawang harus bergantung pada gudang di Kabupaten Lahat untuk distribusi pangan. Hal ini kerap memicu kendala logistik saat terjadi urgensi.
Bupati Muara Enim, H. Edison, SH., M.Hum, menyatakan komitmennya dengan menghibahkan lahan awal seluas 3 hektar dari total cadangan 58 hektar yang tersedia.
”Kami ingin punya kemandirian. Selama ini kami bertetangga dengan Lahat, kalau ada apa-apa kita harus menunggu. Dengan gudang sendiri, stabilitas stok untuk masyarakat kami lebih terjamin,” tegas Edison.
Senada, Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad menekankan pentingnya gudang ini sebagai instrumen mitigasi bencana.
“Jika ada insiden atau bencana, stok pangan sudah tersedia di wilayah sendiri. Ini soal pertolongan pertama bagi rakyat kami,” ungkapnya.
Visi lebih besar datang dari Kabupaten Banyuasin. Dengan hibah lahan seluas 8,7 hektar di Desa Muliasari, Tanjung Lago, daerah ini diproyeksikan menjadi pusat industri gabah yang lengkap dengan teknologi silo dan mesin penggilingan mutakhir.
Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian S.P, berharap fasilitas ini rampung sepenuhnya sebelum 2027.
“Beras Banyuasin sudah menembus pasar Arab Saudi untuk jemaah haji dan umrah. Kehadiran infrastruktur dari Bulog ini akan semakin mempermudah petani kami dan memperkuat posisi Banyuasin sebagai penyuplai pangan nasional dan internasional,” tuturnya optimis.
Menuju Swasembada Berkelanjutan
Pembangunan gudang baru ini ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2026 atau Januari 2027.
Sudarsono menambahkan, ekspansi ini sejalan dengan Perpres 14 Tahun 2026 yang memungkinkan penguatan sarana prasarana pangan melalui hibah daerah.
”Saat ini kita punya 1.400 gudang secara nasional, namun itu masih kurang untuk menjaga swasembada. Di Sumsel saja baru ada 10 gudang milik sendiri. Ke depan, kami sangat terbuka bagi kabupaten lain yang ingin bersinergi. Pangan adalah soal kedaulatan, dan kedaulatan dimulai dari infrastruktur yang mumpuni,” pungkas Sudarsono.
Melalui pembangunan ini, wajah baru pengelolaan pangan di Sumatera Selatan diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan, tetapi menjadi jantung kesejahteraan bagi petani yang menanam dan masyarakat yang mengonsumsi.
Harto


