Bogor – Sebuah video yang beredar di platform TikTok melalui akun yang mengatasnamakan Kilas Harian Indonesia (KHI) memicu keresahan publik. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa salah satu warung di wilayah Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga menjual obat terlarang dan narkotika.
Namun, tudingan tersebut langsung dibantah oleh narasumber berinisial (S), yang mengaku mengetahui langsung kondisi di lapangan. Kepada awak media, (S) menegaskan bahwa informasi yang diunggah dalam video tersebut tidak benar dan menyesatkan.
“Info yang di-upload di TikTok itu hoaks dan tidak benar. Jangan sampai masyarakat langsung percaya tanpa cek fakta,” tegas (S).
Video tersebut menampilkan sebuah bangunan ruko dengan papan bertuliskan “Pangkas Rambut” disertai narasi teks yang menyebut adanya dugaan praktik penjualan obat terlarang di lokasi tersebut. Unggahan itu pun menuai berbagai komentar dan respons dari warganet.
Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait kebenaran tudingan tersebut. Tidak ditemukan pula rilis resmi dari kepolisian setempat yang membenarkan adanya penggerebekan atau proses hukum di lokasi yang dimaksud.
Pakar komunikasi publik menilai, penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi mencemarkan nama baik dan merugikan pihak tertentu. Apalagi jika disertai penunjukan lokasi secara spesifik tanpa bukti kuat atau pernyataan resmi aparat.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten viral di media sosial. Prinsip check and recheck menjadi hal penting sebelum mempercayai atau menyebarkan kembali sebuah informasi.
Apabila memang terdapat dugaan tindak pidana, mekanisme yang tepat adalah melaporkan kepada aparat penegak hukum agar dilakukan penyelidikan sesuai prosedur, bukan dengan menyebarkannya secara sepihak melalui media sosial.
Hingga saat ini, redaksi masih berupaya menghubungi pihak pengelola akun TikTok yang mengunggah video tersebut guna memperoleh klarifikasi dan konfirmasi lebih lanjut demi keberimbangan pemberitaan.
(Tim)


