Jawa Timur Rajawali News— Relawan Rambo Nusantara . Rakyat Membela Prabowo
Ali Sopyan dengan tegas mengatakan
Terbentuknya organisasi Relawan Rakyat Membela Prabowo
Diwilaya kabupaten Bekasi . Rambo Mengambil sikap untuk turut memberantas yang sipatnya merugikan negara dan pembalakan hutan . Lanjut . Ali Sopyan dengan suwara lantang sudah waktunya rakyat bergerak untuk memburu para pejabat atau penjahat bila perlu para koruptor di adili oleh rakyat untuk kelinci percobaan . Pasalnya Tahun 2020: Rp 2,822 triliun.
Tahun 2021: Rp 1,993 triliun. Tahun 2022: Rp 2,136 triliun. Tahun 2023: Rp 1,416 triliun. Hal ini dapat kita lihat dan di pelajari BPK.dan bpkp
Uang yang untuk kepentingan rakyat . Dirampok para pejabat atau penjahat yang terkoordinir sehingga menjadi kebal hukum. Diduga keras ada maling teriak maling . Ironisnya
Lewat BAP yang dibacakan di sidang Senin, 2 Februari 2026, Kusnadi melempar bom asap ala Suramadu. Bau busuknya nyebar ke mana-mana.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur disebut menikmati fee sampai 30 persen dari tiap hibah pokir. Tiga puluh persen, Dari triliunan rupiah, ratusan miliar mengalir seperti Bengawan Solo saat banjir,
Sekda – sekda ikut festival: 5–10 persen. Kepala Bappeda Mohammad Yasin dan Kepala BPKAD Bobby Soemiarsono: 3–5 persen. Puncaknya—ini bikin warga Jatim pengen banting sandal, SEMUA kepala OPD Pemprov Jatim disebut dapat 3–5 persen otomatis. Ini bukan maling ayam. Ini rombongan pencopet naik kereta api Mutiara Timur, gerbongnya APBD.
Kusnadi bilang semua tahu, semua setuju, semua “siap dipertanggungjawabkan hukum.” Kalimat paling satir sedunia. Seolah ada rembug desa versi elite, bukan bahas panen padi, tapi panen fee. Kopinya hitam, senyumnya putih, hatinya legam. Rakyat? Disuruh nonton dari balik pagar sambil bayar pajak.
Sidang makin panas saat Hakim Ferdinand Marcus, versi Cak Sakera berjubah hakim, memerintahkan JPU KPK pada 29 Januari 2026, “Panggil Khofifah!” Biar jelas. Biar ndak pakai wayang bayangan. KPK mengangguk. Jadwalnya masih misteri, mungkin 5 Februari 2026, mungkin saat dramanya pas. Para terdakwa; Hasanuddin, Jodi Pradana Putra, Sukar, Wawan Kristiawan gelisah seperti penjual rujak kena razia. Penasihat hukum malah tepuk tangan, “Bagus, biar terang!”
Sampai 3 Februari 2026, Khofifah masih diam. Hening seperti pantai Pacitan tengah malam. Padahal Juni 2025 pernah bilang Kusnadi “pasti tahu”. Sekarang? Mode senyap. Padahal BAP sudah terlanjur keliling seperti odong-odong bau busuk.
Kusnadi memang wafat. Penyidikannya gugur. Tapi BAP-nya hidup. Lebih hidup dari baliho kampanye. Hibah pokir yang oleh Kemendagri dibatasi maksimal 10 persen PAD, di Jatim bisa nyaris 20 persen APBD. Ini bukan khilaf. Ini rakus struktural.
Warga Jawa Timur, muaklah! Ini bukan sekadar korupsi, ini penghinaan budaya. Reog dipermalukan, ludruk dipelesetkan, Suramadu dijadikan metafora pelarian. Kalau KPK berani bongkar sampai akar, OPD, wagub, semua, masih ada harapan. Kalau tidak, Jatim cuma jadi lumbung padi yang dijarah tikus got gorong-gorong.


