Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Rajawalinews.online ‘’
Proyek rabat beton terindikasi kuat berpotensi Mark-Up dalam perencanaan dan pengadaan, pelaksanaan proyek tersebut tidak sesuai dengan standar spesifikasi RAB. Pasalnya, proyek yang di kelola Pemerintah Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) berupa proyek pembangunan rabat beton jalan Lingkungan Dusun Kecurap Desa Laman Satong Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU) Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar).

Proyek rabat beton tidak sesuai dengan metode pelaksanaannya dan banyak kerusakan di sana-sini seperti tampal sana dan tambal sini. Proyek milik Pemerintah Daerah di kelola Dinas Pekerjaan Umum, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebut namanya Herman Susilo disinyalir tertutup dan terselubung, ada apa tidak bisa di konfirmasi perihal proyek yang di kelolanya sebagai PPK tersebut
Ironisnya, proyek rabat beton di Dusun Kecurap Kecamatan MHU tersebut, akses proyek tersebut dibangun dilokasi yang tidak ada penghuni atau warga masyarakat setempat, itu cuma akses menuju kelapangan sepak bola terbengkalai, yang mana di sana-sini sudah rusak parah, belum di manfaatkan saja akses jalan proyerk rabat beton tersebut sudah rusak.

Pihak pelaksana proyek rabat beton ‘’CV. Bumitara Karya Rezeki Abadi’’ diindikasikan sebagai pihak rekanan kerja asal jadi. Tim awak media Rajawalinews (RN) Group investigasi kelapangan, Sabtu (27/08/22), yang mana ditemukan proyek tersebut dikerjakan asal-asalan, di sini proyek di tampal dan di poles dengan paster semen tidak tentu pasal untuk menutupi proyek rabat beton yang pecah dan retak-retak dan campuran terindikasi 1 banding 8, 1 karung semen 8 karung pasir dan secuil batu (kalau emang ada).
Sehingga proyek tersebut disinyalit tidak bermutu dan tidak tepat azas manfaatnya di dalam kebun karet warga masyarakat setempat, proyek kepentingan untuk mengarong keuangan Negara berkedok proyek tidak jelas dan tidak bermutu, bermoduskan proyek Penunjukan Langsung (PL).

PPK AHerman Susilo ogah di konfirmasi perihal proyek rabat beton berpotensi Mark-Up ladang Korupsi, di Chat WA tidak di balas di bel tidak di angkat, sehingga tim RN terbitkan temuan proyerk Mark-Up dan ladang Korupsi bermoduskan Proyek PL apa adanya. Hingga sampai saat ini RN masih menghimpun proyek milik Pemerintah Daerah yang di kelola DPU terkesan proyek penipu dan modus maling uang Negara masih dalam objek trackingan.*##(Tim Rajawali.002)


