PRABUMULIH,(Sumsel) 11 Juli 2025 Rajawali News Group. Com corruption wacth
Pasca aksi demo ratusan tenaga honorer kategori R3 di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih yang menyuarakan kekecewaannya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih, yang menuntut keadilan dan kejelasan nasib mereka setelah dinyatakan tidak lulus dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II tahun 2025, menyeruak indikasi adanya data “siluman” yang lolos dalam seleksi penerimaan PPPK di Kota Prabumulih, Senin (7/7/2025).
Ketua Wacth Relation Of Corruption Pengawas Aset Negara Republik Indonesia (WRC PAN-RI) Unit Kota Prabumulih Pebrianto menyampaikan dengan awak media akan melakukan penelusuran dan investigasi terkait dengan adanya isue (rumor) tentang PPPK “siluman” yang sempat lolos dalam seleksi tahun 2024 dan 2025 ini yang telah menjalani prosesi pelantikan beberapa waktu yang lalu.
“Kami WRC PAN-RI akan menelusuri isue dan rumor yang selama ini beredar di masyarakat prabumulih terkait dengan adanya dugaan data PPPK “siluman” yang lolos dalam seleksi penerimaan, bahkan sebagian telah dilantik oleh Walikota Prabumulih beberapa waktu yang lalu,” tegas Blue sapaan akrabnya.
Kecurigaan WRC PAN-RI Unit Kota Prabumulih tersebut sangat beralasan karena sempat disampaikan oleh perwakilan dari tenaga honorer kategori R3 saat menyampaikan dengar pendapat dengan Ketua DPRD Kota Prabumulih H. Deni Victoria, S.H, M.H yang didampingi oleh Wakil Ketua I Aryono, ST dan Wakil Ketua II Ir. Dipe Anom saat aksi demo.
Selain itu, kecurigaan juga semakin menguat dengan adanya beberapa laporan dari masyarakat dan juga pegawai di lingkungan Pemerintahan Kota Prabumulih yang mencurigai adanya data “siluman”.
Terkait hal itu, WRC PAN-RI Unit Kota Prabumulih telah mengantongi beberapa nama yang diduga masuk sebagai “data siluman” baik yang telah dilantik maupun yang baru dinyatakan lolos dalam seleksi tahap II tahun 2025 ini. Untuk itu Pebrianto bersama tim akan melakukan konfirmasi dan klarifikasi langsung kepada pihak-pihak terkait terutama dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Prabumulih.
“Insya’allah dalam waktu dekat kami akan segera mengkonfirmasi dan mengklarifikasi dengan pihak-pihak terkait atas dugaan adanya data siluman dalam proses penerimaan PPPK di Kota Prabumulih,” ujar Pebri saat ditemui awak media.
Pebrianto berharap dengan upaya yang nanti dilakukan WRC PAN-RI Unit Kota Prabumulih bersama timnya akan terbuka data yang sebenarnya, sehingga dalam proses penerimaan PPPK kedepan tidak ada lagi pihak-pihak maupun oknum yang bertindak dzolim dengan mengambil hak para pegawai honorer yang telah bekerja belasan hingga puluhan tahun di lingkungan Pemerintahan Kota Prabumulih. Selain itu, Pebrianto juga meminta kepada Walikota Prabumulih H. Arlan untuk menindak oknum maupun pihak-pihak yang terlibat dalam meloloskan “siluman” dalam seleksi peneriman PPPK di Kota Prabumulih.
(Red)


