Wow…Ada Proyek SanItasi Desa siluman Di Karang Rahayu
Bekasi || Media Rajawalinews.online
Kegiatan pembangunan sanitasi Desa Karang Rahayu Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi terkesan kucing-kucingan, pasalnya kegiatan tersebut tertutup tidak ada penjelasan dan informasi yang disampaikan terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut padahal telah tertera di undang undang KIP no14 tahun 2008 tentang ke terbukaan informasi Publik , beberapa belakangan waktu ini kegiatan pelaksanaan tersebut di Desa karang rahayu Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi mendadak viral, karena adanya salah seorang warga sebagai penerima manfaat kegiatan sanitasi desa tersebut menyampaikan kepada media tentang aktualisasi yang dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) tidak sebagaimana mestinya, Senin 16/8 2021

Sekali gus paparan yang disampaikan oleh salah seorang tokoh pemuda yang biasa di panggil sebagai bang Jiih alias Sarbat Samsudin Maka dari itu tim media Rajawali untuk mencoba menemui ketua BPD Desa Karang Rahayu di kediamannya sebagai bentuk penggalian informasi, pasalnya setelah ditemui chepy (ketua BPD) menyampaikan kepada kami bahwasannya kegiatan sanitasi desa Karang Rahayu yang ada di karang rahayu BPD tidak pernah mendapatkan laporan kegiatan yang akan maupun sedang dilaksanakan tersebut, tentang berapa jumlah titik lokasi maupun berapa jumlah anggaran yang diterima oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) selaku pelaksana kegiatan alih-alih kegiatan tersebut dilakukan bukan dari anggaran desa. Ujar chepy selaku ketua BPD desa Karang Rahayu.
kegiatan ini sempat beberapa kali ditanyakan kepada pemerintah desa tentang laporan KSM tersebut, tapi nyatanya nihil karena pengakuan pemerintah desa kepada BPD mereka tidak menyanpurinya karena itu anggaran dari provinsi. Padahal setahu saya mau anggaran dari manapun mestinya pelaksana kegiatan melakukan koordinasi berlanjut kepada pemerintah desa dan BPD karena kegiatan tersebut berada di Desa Karang Rahayu, saya juga pernah melakukan kegiatan PNPM Mandiri yang dananya di dapat bukan dari anggaran desa tapi saya selalu koordinaai dengan pemerintah desa dan BPD sebagai lembaga pemerintahan yang ada diwilayah. Tutur chepy ketua BPD Karang Rahayu.
Padahal diwaktu kegiatan belum dimulai ketua BPD dan kepala desa sempat menandatangani fakta integritas yang dibutuhkan menjadi salah satu syarat pelaksanaan program tapi setelah kegiatan itu mulai berjalan tidak pernah ada informasi apalagi laporan kegiatan dari Kelompok Swadaya Masyarakat selaku pelaksana, saya berharap dengan kejadian ini pemerintah desa mesti mengambil sikap untuk melakukan pemanggilan KSM agar dapat memberikan teguran atau sanksi atas kejadian ini sebagai lembaga yang telah membuatkan SK untuk KSM, karena saya khawatir ini akan menjadi penyakit untuk pemerentah desa dikemudian hari. Pungkasnya kepada awak media Rajawali News.
Beberapa hasil rekaman video yang terjadi dilapangan ketika Organisai Masyarakat BPPKB banten menyambangi lokasi kegiatan terlihat sekali kearogansian seorang Nyai Rahma salah satu yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan sebagai KSM, hal itu pun memancing geramnya para Organisasi masyarakat lainnya sebagai sosial kontrol, ketika dimintai RAB dan Papan kegiatan KSM bersih keras untuk tidak melakukannya atau memberikan malah menganggap temen-temen ormas hanya ingin meminta uang sebagai koordinaai dari pelaksana yang dalam hal ini adalah KSM. ( A S N. N )


