Banyuasin — Isu liar soal dugaan pemotongan bantuan sosial (bansos) di Desa Terusan Muara, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, belakangan ini mendadak viral dan memantik kegaduhan publik. Namun hasil investigasi lapangan justru membalikkan seluruh tudingan tersebut.
Tim investigasi yang turun langsung ke lokasi menemukan bahwa bansos disalurkan secara utuh, tanpa ada praktik pemotongan, pengurangan, ataupun permainan pihak mana pun. Fakta ini sekaligus menampar keras narasi menyesatkan yang telanjur beredar luas.
Bansos yang diterima masyarakat berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng empat liter, diperuntukkan bagi warga terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta keluarga miskin dan rentan miskin. Seluruh penerima bansos mengaku menerima paket bantuan 100% sesuai ketentuan pemerintah pusat, tidak ada setitik pun potongan.
Kepala Desa Terusan Muara, Wancik, menegaskan bahwa kabar viral tersebut merupakan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tidak sesuai dengan fakta lapangan.
> “Berita soal pemotongan bansos itu hoaks. Seluruh bantuan yang datang dari pemerintah pusat kami salurkan utuh, sesuai daftar penerima. Kami punya data, dokumentasi, dan saksi masyarakat yang menerimanya langsung,” tegas Wancik.
Ia juga meminta pihak-pihak yang menyebarkan informasi menyesatkan agar bertanggung jawab, karena tudingan tersebut telah mencoreng nama baik desa serta mengganggu ketertiban sosial.
Di sisi lain, sejumlah warga yang ditemui juga membenarkan bahwa mereka menerima bantuan tepat jumlah, tanpa kutipan, tanpa pungutan, dan tanpa syarat apa pun.
Temuan investigatif ini menguatkan bahwa konten viral yang beredar sebelumnya diduga merupakan propaganda yang sengaja dihembuskan untuk menggiring opini negatif, baik terhadap pemerintah desa maupun terhadap penyaluran bansos pemerintah pusat.
Dengan fakta di lapangan yang terang benderang, tudingan pemotongan bansos dipastikan tidak benar, tidak berdasar, dan menyesatkan.
(red)


