Tanjung Enim, rajawalinews online – Langkah ambisius PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dalam merevitalisasi kawasan bekas tambang batu bara di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kini semakin nyata. Perusahaan pelat merah yang tergabung dalam Grup MIND ID ini resmi merampungkan pembangunan Tahap 2 Klawas Waterpark, salah satu proyek andalan dalam program “Tanjung Enim Kota Wisata”.
Program yang dicanangkan sejak 2016 ini bukan sekadar slogan. Di baliknya terdapat upaya strategis mengubah wajah kawasan industri tambang menjadi ruang hidup yang produktif, lestari, dan berdampak ekonomi bagi masyarakat. Klawas Waterpark menjadi bukti konkret bahwa PTBA tidak hanya menambang, tetapi juga membangun masa depan.
Klawas Waterpark kini hadir dengan wajah baru. Mulai dari kolam arus, kolam anak, boomerang slide, hingga multislide dan kolam latih — berbagai wahana ini membentuk pengalaman wisata keluarga yang lengkap. Dibangun di atas lahan seluas 3.200 m², tempat ini telah menarik hampir 60 ribu pengunjung sepanjang 2024.
Peresmian tahap kedua pembangunan yang digelar pada Jumat, 11 April 2025, bertepatan dengan perayaan HUT ke-44 PTBA. Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menegaskan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan.
“Semoga fasilitas ini menjadi pendorong pertumbuhan sektor pariwisata Tanjung Enim dan meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal,” ujar Arsal.
Tidak hanya menjadi destinasi wisata, Klawas Waterpark juga membuka peluang kerja baru bagi warga lokal. Seluruh tenaga kerja yang terlibat berasal dari Tanjung Enim. Selain itu, puluhan UMKM turut digandeng untuk menghadirkan stan kuliner dan produk lokal di sekitar area wisata.
Inisiatif ini dinilai sebagai bentuk konkret kontribusi PTBA dalam mendorong ekonomi sirkular di tengah masyarakat. Wakil Bupati Muara Enim, Sumarni, pun mengapresiasi langkah PTBA yang dianggap mampu menstimulasi perekonomian daerah tanpa bergantung pada APBD.
“Tanjung Enim ini bukan hanya memiliki sumber daya alam yang besar, tapi juga potensi wisata. Kehadiran PTBA memperkuat transformasi ini sekaligus menyumbang pendapatan asli daerah,” ungkap Sumarni.
Transformasi lahan bekas tambang bukan hal mudah. Namun bagi Grup MIND ID sebagai induk usaha PTBA, inisiatif ini merupakan mandat moral dan strategis. Komisaris Utama PTBA, Maroef Sjamsoeddin, menyampaikan bahwa program reklamasi pasca tambang harus disertai dengan penciptaan nilai baru yang bermanfaat jangka panjang.
“Kami sadar kami tidak selamanya menambang. Maka kami ingin meninggalkan warisan peradaban yang meliputi pendidikan, kebudayaan, dan lingkungan yang layak,” kata Maroef.
Di bawah visi keberlanjutan dan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, PTBA turut mengambil peran sebagai agen transformasi industri yang tak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada kehidupan.
Dengan pengembangan sektor pariwisata, Tanjung Enim diharapkan tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah Kabupaten Muara Enim pun memasukkan pengembangan wisata sebagai program prioritas.
Klawas Waterpark hanyalah satu dari sekian langkah. Di baliknya terdapat harapan besar: Tanjung Enim yang dahulu dikenal karena kekayaan batu baranya, kini bersiap menyongsong era baru sebagai kota wisata yang hidup, lestari, dan mandiri. ( Redaksi/g)


