Selasa, April 21, 2026
spot_img

Skandal Proyek Jalan Rp4,9 M di Kebumen: Beton Hancur Diinjak Sandal, Penambalan Massal Terbongkar — Relawan Pembela Prabowo Desak Pemeriksaan Total!

KEBUMEN — 23 November 2025
Skandal proyek rehabilitasi Jalan Kalibangkang–Argosari, Kabupaten Kebumen, mencapai titik panas setelah temuan fisik menunjukkan kualitas beton sangat buruk, bahkan hancur hanya diinjak dengan sandal. Proyek senilai Rp4.933.216.922 itu kini diduga kuat sarat manipulasi material, kongkalikong, serta praktik mafia proyek.

Dalam investigasi di lapangan pada 22 November 2025, tim media menemukan sejumlah bagian pinggir jalan gompel, rompal, dan pecah parah. Tak hanya itu, pekerja tampak melakukan penambalan massal sepanjang ruas yang baru selesai sekitar 300 meter. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya upaya tutup-tutupi setelah kerusakan terungkap ke publik.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kebumen bersikeras menyebut kerusakan sebagai dampak cuaca dan geografis. Namun temuan fisik yang begitu fatal membantah keras klaim tersebut. Beton yang runtuh hanya dengan injakan ringan adalah indikasi jelas bahwa pekerjaan tidak sesuai SOP konstruksi dan mutu beton jauh di bawah standar.

Pernyataan Keras Ali Sofyan: “Ini Bukan Proyek Gagal, Ini Kejahatan Anggaran!”

Menanggapi skandal ini, Ali Sofyan, tokoh Relawan Pembela Prabowo, mengeluarkan pernyataan keras yang mengguncang. Ia menilai proyek tersebut bukan sekadar kelalaian, melainkan indikasi kejahatan anggaran yang harus diusut sampai ke akar-akarnya.

> “Fakta beton hancur diinjak sandal adalah penghinaan brutal terhadap rakyat. Ini bukti telanjang bahwa proyek ini dipenuhi korupsi, manipulasi material, serta pengkhianatan terhadap negara,” tegas Ali Sofyan.

Ali menuding sikap DPU Kebumen yang membela kontraktor sebagai tindakan yang mencurigakan.

> “Alibi cuaca adalah alasan murahan. Jika DPU mati-matian membela kontraktor, publik patut menduga ada permainan. Ini kompromi yang mencederai nama baik pemerintahan Presiden Prabowo,” ujarnya.

Ia mendesak penegak hukum mengambil langkah tanpa kompromi.

Desakan Pemeriksaan Total: DPU, Kontraktor, Konsultan Pengawas Wajib Diseret

Menurut Ali Sofyan, tiga pihak utama harus diperiksa menyeluruh, yakni:

DPU Kebumen

Kontraktor CV. Anugerah Sejati

Konsultan Pengawas CV. Hara Konsultan

Ia menyebut adanya dugaan manipulasi material, laporan fiktif, serta upaya penambalan besar-besaran sebagai bukti kuat adanya praktik mafia proyek.

> “Tambalan darurat sepanjang jalan adalah bukti upaya menutupi kejahatan anggaran. Bukan perbaikan, tapi penghilangan jejak,” ujar Ali.

Tuntutan Rakyat: Bongkar Total dan Audit Forensik

Dalam pernyataannya, Ali Sofyan mendesak lembaga hukum tingkat nasional:

KPK

BPK

Kejaksaan Agung RI

untuk mengambil alih kasus ini, termasuk melakukan audit forensik material dan Core Drill Test secara transparan.

“Ini era Presiden Prabowo, bukan era mafia proyek! Tidak ada lagi tempat bagi pencuri uang negara,” serunya.

Ali menekankan bahwa seluruh bangunan beton yang cacat harus dibongkar total dan dikerjakan ulang sesuai SOP teknis.

Rakyat Kebumen Menunggu Penegakan HukumSkandal jalan Kalibangkang–Argosari telah mempermalukan institusi teknis daerah dan memicu gelombang kemarahan publik. Dengan bukti nyata di lapangan, dugaan praktik mafia proyek semakin tidak terbantahkan.

Pernyataan keras dari Relawan Pembela Prabowo menegaskan bahwa isu ini sudah menjadi perhatian nasional.

Rakyat Kebumen kini menunggu langkah tegas dari aparat hukum untuk mengungkap seluruh aktor di balik proyek Rp4,9 miliar yang hasilnya jauh dari layak tersebut.

(red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!