Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Rajawalinewsi.online ‘’
Wartawan merupakan salah satu pilar Negara Republik Indonesia, sudah tertuang dalam Undang – Undang untuk menyampaikan informasi kepada public, terlebih lagi para pemangku kebijakan atau para pejabat, baik itu Pemerintahan maupun Non Pemerintahan.

Ikwal seputaran, disinyalir indikasi kuat Sekretaris Daerah (Setda) Kab.Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) ’’ ALEXANDER WILYO.S.STP.,MSI. ‘’ Terkesan Alergi bersama wartawan, pejabat di lingkungan Pemerintahan Daerah seyokyanya selalu terbuka terhadap para wartawan dalam menyampaikan informasi, sehingga tidak ada kata miskomunikasi dan hubungan Pemerintah dengan awak media terjalin baik.

Sekretaris Daerah (Setda) yang bertugas membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan pengkoordinasian Administratif terhadap tugas Perangkat Daerah serta pelayanan administrative, pembinaan Administratif dan aparatur Pemerintah Daerah adalah tugas Setda Ketapang Kalbar, untuk kesekian kalinya wartawan Tim Rajawalinews(RN) mendatangi kantor Setda dan ingin bertemu untuk mempertanyakan tentang kegiatan proyek tahun 2021, yang mana terkesan kegiatan proyek banyak yang tak jadi/tak selesai dan dikerjakan dalam hitungan denda dan di bayar dengan keuangan APBD Kab.Ketapang Kalbar tahun anggaran 2022, akan tetapi Setda ogah dan Alergi di temui Wartawan.

Sehingga bermunculan opini spikulan indikasi disinyalir kuat dugaan, ada apa seorang Setda Alergi di temui wartawan? Apakah dia berkemas untuk maju menjadi orang No.1 atau berkemas di penghujung karir pemimpin untuk menumpuk pundi-pundi untuk masa depan atau mengatur situasi untuk Korupsi keuangan Negara mengingat di tahun 2024 sudah Pemilihan Umum.
Hubungan apapun yang dilakukan Setda dan Kepala Daerah tanpa dibantu wartawan informasi ini tidak akan sampai ke publik, namun sangat disayangkan para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) selalu tidak responsive dan ogah-ogahan alias Alergi bersama Wartawan dalam menyikapi pertanyaan maupun klarifikasi dari para awak media, seolah-olah menutupi kebobrokan dan kekuasaan menyimpang yang ada.
Pemerintahan yang maju adalah Pemerintahan yang terbuka terhadap media sehingga tidak ada kesalahan miskomunikasi dan terjadi opini-opini yang tidak di kehendaki, setelah pemberitaan diterbitkan barulah wartawan disalahkan dengan alasan tidak konfirmasi (kalau sudah begini siapa yang salah?) dan dibuatlah manajemen komplik untuk membenturkan sesama wartawan demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Pemerintahan yang takut dengan kritikan dan tanpa adanya kritikan tidak akan pernah maju. Pemerintahan Daerah yang mana terselubung dan yang mana terbuka, namun konon lebih banyak yang terselubung daripada yang terbuka, Faktanya bisa kita lihat Setda Kab.Ketapang ‘’ ALEXANDER WILYO.S.STP.,MSI.’’ Alergi dan Ogah temui Wartawan untuk sebuah konfirmasi.
Seorang yang anti kritik itu susah jadi pemimpin, Enak di dia Sakit kepada Umatnya, jika kita ingin makin maju harus tahan di kritik agar kita tau dimana kesalahan kita dan bisa memperbaiki diri, jangan Alergi. Menyikapi pejabat yang punya karakter tertutup serta terselubung dalam kebijakan dan dalam menganggarkan kegiatan Proyek setengah abal-abal, ada apa Setda tertutup dan Alergi bersama Wartawan? Hal yang tertutup kemungkinan sangat indah untuk di intip.
Awak RN tanggal (01/04/2022) menghadap Setda dengan mengisi buku tamu dengan fakta adanya, namun sangat disayangkan Setda mengatakan kepada Stap POL PP penjaga ruangan untuk menyampaikan, bahwa Setda sibuk dan ada tamu. Itu kata-kata yang di dapat dari Setda dan Pol PP penjaga buku tamu.
Lanjut RN temui Setda lagi untuk mengkonfirmasi kegiatan proyek tahun 2021 yang banyak tak jelas dan tak kunjung selesai. Dikatakan stap Pol PP penjaga buku tamu, Juma’at ( 08/04/22),” Kalau dia dak ada di kantor apa yang mau di isi te buku tamunya, emang dak ada Setda’nya, pak wakilpun dak ada juga sama pak Setda mereka ada kegiatan.
Benar adanya selalu dikatakan Stap penjaga pintu Setda, kalau bukan Rapat, lagi ada tamu, keluar kota atau tak bisa terima tamu. Itu fakta Setda Alergi dengan wartawan sehingga menjadi Opini terarah ada apa di balik kekuasaan Setda tak bisa di konfirmasi wartawan.*## (Yan)


