Kalimantan Barat Ketapang ‘’Rajawalinews online ‘’
Perencanaan dipergunakan sebagai acuan standar pelaksanaan proyek spesifikasi teknik, perencanaan yang tidak tepat menjadikan proyek yang tidak sempurna. Kurang memadainya kemampuan pengelolaan proyek dan kurang profesionalnya penyedia jasa terhadap hasil suatu proses proyek konstruksi (kinerja proyek) pada lingkup kegiatan fisik konstruksi berpengaruh pada pengendalian kualitas rencana pelaksanaan terhadap kinerja proyek.

Mengacu pada kualitas sumber daya penyedia jasa, revisi desain dan pengendalian proyek bersama kualitas gambar disaen, kualitas dalam perencanaan pelaksanaan proyek yang pada saat ini menjadi topik hangat yang dipermasalahkan bersama aliran Dana Alokasi Khusus (DAK) TA.2021 yang berujung bermasalah dan bisa berakhir di penjara. Ikwal Proyek MARK-UP atau PROYEK KORUPSI BERJEMA’AH bersama Sisteamatisnya.
Proyek Pemerintah Kab.Ketapang Kalbar dalam menuntaskan pembayaraan proyek fisik yang bersumber dari keuangan DAK bersama rekan-rekan Cs kental proyek pembangunan Ruang Gawat Darurat oleh Pelaksana CV.REGUNA yang baru menyelesaikan pekerjaannya pada akhir Desember 2021. Kondisi tersebut menyebabkan usulan transfer DAK kepada Pemerintah Pusat tidak bisa dilakukan sesuai batas penyampaian bulan dan akhir tahun. Kendalanya sampai batas waktu penyampaian Kegiatan proyek menjadi polimik pro dan kontra dalam persaingan kegiatan proyek maupun menjadi perhatian yang perduli akan keuangan Negara.
Pengawas pelaksana CV. REGUNA yang enggan disebutkan namanya menyampaikan pada RN Rabu (05/01/22),” Bagaimanapun caranya kami harus menyelesaikan proyek RSUD Agoesdjam, karena kami ingin bekerja untuk tata cara kedepannya dalam jangka panjang bukan kali ini saja untuk mendapatkan proyek,”ujarnya. Artinya kami menjaga kualitas dan kuantitas proyek agar kedepannya kami di mata Pemerintahan Kab. Ketapang tetap baik dan kalau kami gagal bekerja di dalam proyek dan tidak bermutu maka perusahaan kami CV. REGUNA bisa-bisa tidak menutup kemungkinan perusahaan kita kena Blacklist, itu yang kita jaga. Maka, bagaimanapun kami harus selesaikan paket proyek ini secara profesional,” pungkasnya pengawas proyek UGD Agoesdjam. *##( Tim¬-Kunti)


