Rabu, Juni 3, 2026
spot_img

Proyek Korupsi Jln Pelang – Batu Tajam Milik Pemda “ Tak Taunya” Dana CSR

Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Media Rajawalinews.online ‘’

Proyek Pelang-Batu Tajam Louching tahun 2017 di era Bupati Martin Rantan,SH.,M.Sos. tahap 1 dan 2 menjabat Bupati Kab. Ketapang Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Proyek Jln. Pelang-Batu Tajam banyak menguras anggaran APBD murni Kab.Ketapang ± Rp.56 Milyar T.A.2017 belum lagi tahun 2019-2020-2021, proyek Pelang-Batu Tajam menjadi momok Pro dan Kontra, kira sudinya Bupati Martin menyampaikan kepada masyarakat Ketapang, apa yang menjadi gejala proyek berskala Mark-Up atau proyek disinyalir berpotensi ajang korupsi berjema’ah ini.

Agar seyokyanya menjadi terang benerang dari bermacam jenis dan pasal spikulan fitnah dan tudingan hingga bisa menjadi jelas terkait proyek jalan yang konon katanya, proyek jalan Pelang-Batu Tajam ajang proyek maling uang Negara atau proyek korupsi berjema’ah kental, hingga sampai saat ini aktor dan biang kerook korupsi pengadaan satuan barang/jasa proyek Pelang-Batu Tajam aman dan makmur tak terjamah Hukum, sungguh luar biasa.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang


Ketua unit W.C.R. (Watch Relation of Corruption) PAN-RI (Pengawas Aset Negara Republik Indonesia) Kab.Ketapang Kalbar, Ali Yanto, Senin (27/12/21) mengatakan pada Rajawali News (RN),” Ketapang ini kota yang luas dan mendapatan kucuran anggaran APBD dan S’ring APBN setiap tahunnya cukup Fantastis, hampir ± 2.5 Trilyun, sangat kita sayangkan penunjang infrastrukturnya tertinggal, salah satu contoh proyek jalan Pelang-Batu Tajam, secara analisik dan kaca mata tikus berdasi serta bertaring panjang, itu proyek korupsi oknum pejabat nakal yang melaksanakan proyek jalan Pelang-Batu Tajam dari TA.2017 hingga TA.2021, proyek jalan tersebut menjadi santapan lezat para oknum pemangku kepentingan pribadi dan kelompok di Pemda untuk memperkaya diri sendiri dan kelompoknya di Kab.Ketapang Kalbar.
Ironinya dalam fenomena ini, oknum APH dalam pemeriksaan maupun audit selalu samar-samar, seolah-olah terkesan kongkalikong dalam penanganan proyek jalan Pelang-Batu Tajam. Sungguh sangat fenomenal permainan para tikus berdasi licin selicin air sabun, trick modus korupsi proyek jalan. Pasalnya, Pak Camat Sungai Melayu dengan langkah sinsiatifnya bekerjasama dengan perusahaan bahu membahu melakukan penimbun jalan di seputaran area Desa dan kawasan tutorialnya, mengingat ini adalah suatu akses untuk kepentingan umum,” ujarnya Ketua unit W.R.C. Ketapang Ali Yanto.

Ditambahkan Laskar Jumadi,” Camat Sungai Melayu Rayak menyampaikan langsung kepada saya, bhakti sosial dengan masyarakat Desa Sungai Melayu Rayak, kerja gotong-royong untuk jalan Pelang-Batu Tajam secara Swadaya bantuan dana CSR dari pihak perusahaan, selain itu pak Camat menggunakan dana pribadi untuk rehab dan renovasi Kantor Camat Sungai Melayu.

Lanjut dikatakan Jumadi,‘’ Teganya Pemerintah Daerah Kab. Ketapang mengakui hasil kerja orang lain. Untung saja ada seorang Camat yang mau mengambil alih secara kuasa bergotong-royong dengan perusahaan dan masyarakatnya dan di dampingi sebelas orang Kepala Desa Kec. Sungai Melayu memperbaiki Jln. Pelang-Batu Tajam yang rusak parah tersebut. Ditambahkan stap pegawai Camat didampingi Polsek Sungai Melayu dan Babinsa Sungai Melayu. Apa yang dilakukan Pak Camat Sungai Melayu Rayak sebagai contoh, hitam katakan hitam, putih katakan putih. Kegiatan perbaikan jalan tersebut menggunakan dana CSR kok di bilang proyek Pemerintah. Luar biasa amal dan ibadah seorang Camat.*##(Kunti)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan Bawah
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
error: Content is protected !!