Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Rajawalinews.online ‘’
Penelusuran Tim Media Rajawalinews (RN) Group dilapangan berdasarkan keterangan narasumber masyarakat yang bisa di percaya di 3 (tiga) Desa Air Hitam Besar, Desa Pembedilan dan Desa Air Hitam Hulu di Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) adanya masalah yang sangat rawan serta berbahaya.
Pasalnya, terindikasi disinyalir Perusahaan kebun sawit dan limbah PKS (Pabrik Kebun Sawit) PT. Sukses Karya Sawit- Mill (SNA Group) – IOI Group mengaliri lingkungan pemukiman warga masyarakat serta mengancam keselamatan dan kesehatan manusia di sekian Desa, atas perilaku dan ulah perusahaan investasi orang asing dari Negara Malaysia.

Diungkapkan buruh pemanen buah sawit, bahwa kolam limbah pabrik PT. Sukses Karya Palm Oil (IOI Group) asal Malaysia penuh dan beberapa waktu lalu sempat meluap dan bocor masuk ke anak Sungai Desa Air Hitam, kebun dan persawahan masyarakat serta lingkungan hidup di sekian Desa tempat PKS mengolah buah Sawit milik kebun pribadinya.”ujarnya buruh pemanen sawit
Ditambahkan warga masyarakat Desa Air Hitam Besar yang ogah disebutkan indentitasnya pada awak Tim RN.’’ Semua kolam penampung Limbah Cair pernah meluap dan bocor masuk ke anak sungai Desa Air Hitam dan ke kebun sawah milik masyarakat, kami sebagai warga disini merasa terancam, terutama setiap saat dan waktu kami di sekian Desa mencium bau Limbah yang menyengat dan berbau busuk setiap hari.
Sehingga penyakit Batuk dan Pilek mewabah serta banyaknya Lalat di lingkungan rumah warga saking banyaknya sampai berwarna Hitam di dalam rumah kami, akibat bau yang
ditimbulkan dari PKS PT. Sukses Karya Sawit- Mill (SNA Group) – IOI Group milik orang Malaysia tersebut. Ini dampak serta akibatnya sudah lama kami rasakan akibat PT. Sukses Karya Sawit- Mill (SNA Group) – IOI Group yang sembarangan membuang Limbah kotoran dari PKS miliknya, yang menyebabkan berbagai dampak dan penyakit sudah banyak kami rasakan, kami sebagai warga masyarakat disini di buat PT. Sukses Karya Sawit- Mill (SNA Group) – IOI Group hidup segan mati enggan akibat kekejaman PT. Sukses Karya Sawit- Mill (SNA Group) – IOI Groupyang tidak perduli kepada warga masyarakat di sekitar lingkungan Perusahaan. Faktanya saat ini sudah menimbulkan dampak dari pencemaran lingkungan.” tandasnya masyarakat yang tidak mau diketahui identitasnya.

Lanjut dikatakannya,”Tidak hanya itu Land Application atau aplikasi lahan pemanfaatan limbah cair dari pabrik PT. Sukses Karya Palm Oil (IOI Group) asal Malaysia hampir semua blok kolam Land Application dialirkan limbah hingga penuh dan meluap, bahkan masuk ke anak-anak sungai Desa Air Hitam dan lingkungan pemukiman warga masyarakat sekitarnya. Akibatnya para pekerja yang melakukan pemanenan sawit di areal tersebut sering mengalami gatal-gatal dan mencium bau busuk limbah yang sangat menyengat serta mengancam kesehatan kehidupan para pekerja dan warga setempat.
Kolam Land Application di semua blok penuh dan meluap saat musim kemarau apalagi di musim penghujan, tidak hanya membanjiri areal kebun sawit tapi juga masuk kedalam anak sungai Desa Air Hitam,”keluh masyarakat yang namanya dirahasiakan.
Dampak dari Limbah Cair di semua kolam yang ada berdampak buruk pada kesehatan masyarakat Desa Air Hitam Besar, Desa Pembedilan dan Desa Air hitam Hulu, dimana masyarakatnya sudah mengalami penyakit kulit gatal-gatal dan hal ini juga dialami oleh para pekerja buruh panen sawit.
Posisi pabrik berada dekat dengan pemukiman masyarakat di 3 (tiga) Desa yang bersentuhan langsung dampaknya buat masyarakat dan para pekerja pemanen sawit yang terkena dampak langsung dari pengelolaan limbah sawit pabrik PT. Sukses Karya Palm Oil (SKPO) – IOI Group asal Malaysia yang nakal dan tidak taat dan patuh dengan UU dan aturan Negara Republik Indonesia.
Seyokyanya Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat mendengarkan dan peka terhadap jeritan masyarakat miskin dan kecil yang terdampak dari perusakan PT.SKPO yang sudah merusak lingkungan maupun mengancam kehidupan manusia untuk dicabut izin usaha abal-abalnya tersebut yang tidak sesuai dengan AMDAL.”pungkas warga masyarakat yang dirahasiakan inentitasnya.

Pemerintah Daerah khususnya Dinas PERKIM-LH agar mengevaluasi dan menindak tegas pencemaran limbah PKS PT. Sukses Karya Sawit- Mill (SNA Group) – IOI Group yang tidak taat aturan dan UU NKRI untuk diaudit atas prilaku dan perbuatannya mencemari lingkungan serta mengancam kehidupan makhluk hidup yang bersifat kejam dan jalim pada masyarakat kecil. PT. Sukses Karya Sawit- Mill (SNA Group) – IOI Group tidak taat Hukum Indonesia. PT. Sukses Karya Sawit- Mill (SNA Group) – IOI Group pakai aturan dan hukum Negara Malaysia. Lebih baik PKS’nya pindah ke Malaysia, lantaran tidak mengerti hukum Indonesia.
Bilamana pihak PT. Sukses Karya Sawit- Mill (SNA Group) – IOI Group tidak mendengarkan jeritan dan mengindahkan bau Limbah dan pencemaran lingkungan akibat dari PKSnya, maka jangan salahkan warga masyarakat di 3 (Tiga) Desa akan mengambil langkah sensiatif dengan cara-cara hukum Tradisional dan Hukum Rimba menutup PKS yang nakal dan tak taat hukum Indonesia, warga masyarakat akan menggunakan cara-cara Sopan dan Santuy juga mengikuti Hukum yang berlaku di NKRI. Limbah sawit PT. Sukses Karya Sawit- Mill (SNA Group) – IOI Group asal Malaysia tak patuh hukum NKRI ‘’cemari Lingkungan ancam kehidupan manusia”.*##(Tim Rajawali.002)


