Sabtu, Mei 2, 2026
spot_img

Kapolda Kalbar Hadiri Pembukaan Napak Tilas Dan Ritual Adat Di Tugu Tolak Bala

etapang Kalimantan Barat “Rajawalinews.online”

“Tugu ini merupakan sebuah lambang persatuan dan keberagaman serta semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan konflik.” jelas Kapolda Kalbar, Irjen Pipit Rismanto.

Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen Pol Pipit Rismanto menghadiri ritual adat Tugu Tolak Bala di Jalan Merdeka, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, Sabtu (21/10/2023). Ritual adat tersebut merupakan salah satu rangkaian acara Napak Tilas perjuangan, pembangunan dan budaya tahun 2023.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Kapolda memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan Napak Tilas. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan momentum untuk mengingat kembali para pejuang dan leluhur yang telah berjasa.

“Mari kita berikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya dengan selalu menjaga warisan yang ada di Kabupaten Ketapang tercinta ini,” kata Kapolda saat memberikan sambutan.

Tugu Tolak Bala atau Tugu Perdamaian memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Ketapang. Tugu ini merupakan sebuah lambang persatuan dan keberagaman serta semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan konflik.

“Tugu ini dibangun pada tahun 2001, dimana pada tahun tersebut di kabupaten-kabupaten lain terjadi gejolak atau kerusuhan antar suku, ras maupun agama, namun di Ketapang saat itu dalam situasi aman dan kondusif,” terang Kapolda.

Dia berharap, dengan adanya ritual ini dapat mengajarkan generasi muda tentang pentingnya menjaga perdamaian, menghormati perbedaan dan membangun harmoni di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momen yang tepat untuk memperkuat kemitraan antara kepolisian, masyarakat dan pemangku adat dalam menjaga dan membangun kerukunan di Kabupaten Ketapang,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat khususnya generasi muda Kabupaten Ketapang untuk menghormati dan melestarikan warisan budaya. Selain itu juga membuka diri terhadap perubahan dan perkembangan zaman.

“Kita harus memastikan bahwa generasi muda kita mengetahui dan menghargai kekayaan budaya kita, serta mampu mengambil peran dalam menjaga tradisi adat ini untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Dalam kegiatan prosesi adat tersebut juga dilaksanakan penandatangan Prasasti Revitalisasi Kawasan Tugu Tolak Bala dan Monumen Panca Karya Ketapang.*##(tim Rajawali.002)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!