Kajian Masyarakat Atas Faktor Resiko Pembangunan Dan Peningkatan Ruas Jalan Sejajar Jalan Pertamina Kecamatan Gelumbang
Muara Enim,- Seringkali kita mendengar pihak konsultan merinci atas kajian faktor resiko sebelum terlaksananya suatu proyek kegiatan.
Skema teknis yang ditawarkan merupakan harga absolut dari sebuah kerangka administratif sebagai syarat mutlak.
Di satu sisi,suara masyarakat adalah salah satu bentuk suara kearifan sunyi Lalu , seperti apa terkait dengan proyek peningkatan ruas jalan, termasuk yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten muara enim seperti dalam melaksanakan proyek peningkatan ruas jalan sejajar pada kawasan kerja Pertamina yang secara umum dapat dikategorikan dalam beberapa aspek utama:
1. Faktor Teknis
Kondisi Tanah/Lokasi Tidak Terduga: Kondisi geologis atau tanah yang tidak stabil di sepanjang rute proyek dapat menyebabkan keterlambatan dan pembengkakan biaya.Mengingat Infrastruktur yang sudah sebelumnya misalnya Booster kontrol pipa, jalur pipa tanam maupun fungsi lalu lintas transportasi pengawasan internal dari pihak Pertamina atas jalur pipa.
Perencanaan Kurang Matang
Kurangnya persiapan yang matang dalam desain dan spesifikasi teknis dapat menyebabkan masalah selama pelaksanaan proyek.Interval waktu yang digunakan dan periodikal kegiatan yang ditata sedemikian agar sinkron dengan tata kelola lapangan.
Kerusakan Akibat Beban Lalu Lintas Tinggi
Meskipun tidak berdampak secara signifikan namun namun ruas jalan yang dilalui alat berat atau kendaraan operasional atau kendaraan umum lainnya secara intensif dapat mengalami kerusakan parah jika struktur jalan tidak dirancang kuat termasuk efek sistem yang berdampak sosial misalnya seringnya dibuat ajang ajang kebut kebutan bagi sekelompok pemotor dengan memanfaatkan kondisi jalan yang baru dibangun.
Masalah Desain dan Konstruksi
Kesalahan dalam perhitungan teknis atau pelaksanaan konstruksi yang tidak sesuai standar dapat mengurangi kualitas dan ketahanan jalan. Dari konstruksi pembangunan sebelumnya tentunya kalkulasi normatif beban anggaran yang akan dibebankan sebagai nota belanja dinas
2. Faktor Lingkungan dan Alam
Kondisi Alam/Cuaca Ekstrem: Hujan deras, banjir, atau kondisi cuaca ekstrem lainnya dapat mengganggu jadwal proyek, memperburuk kondisi jalan, dan menyebabkan kerusakan material.
Dampak Lingkungan
Meskipun sangat kecil kemungkinannya namun nilai mitigasi atas suatu peluang tentunya akan menjadi pertimbangan terlaksananya suatu proyek yang dapat menyebabkan kerusakan habitat alami, polusi udara, dan polusi suara maupun aliran sungai yang terdampak penyempitan skema alur air selama masa konstruksi, yang memerlukan pengelolaan risiko dan mitigasi yang ketat.
Bencana Alam: Risiko bencana alam seperti longsor (jika rute jalan berada di area rawan longsor) juga perlu dipertimbangkan dan bahkan orientasi pada pemukiman penduduk sekitar.
Manajemen Waktu dan Biaya Seringkali kesalahan penjadwalan, pengelolaan sumber daya yang buruk, atau kelebihan anggaran yang signifikan merupakan risiko internal proyek.
Kepatuhan Regulasi dan Politik Perubahan kebijakan pemerintah daerah atau pusat, serta masalah perizinan, dapat memengaruhi kelancaran proyek.
Manajemen risiko yang efektif atas perubahan nomenklatur serta fungsi jalan dengan mempertimbangkan aspek-aspek kognitif serta kebutuhan sosial yang berkembang seiring dinamika dan peradaban yang tumbuh dan berkembang seiring kebutuhan zaman.
Namun apapun skema,suara masyarakat adalah suara keadilan
Red.


