Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Rajawalinews.online ’’
Penuh sampah, jalan Lingkar Kota Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat jorok, kotor dan berbau busuk. Hal ini diungkapkan masyarakat dan penguna jalan yang melintasi jalan Lingkar Kota Ketapang. Menurut keterangan salah satu masyarakat yang enggan disebutkan namanya di media Rajawalinews (RN).’’ Ketika melintasi jalan Lingkar Kota mereka sangat kaget melihat pemandangan samping kiri dan kanan jalan penuh dengan sampah bermacam jenis luber ke jalan, sehingga menimbulkan aroma bau busuk sampah yang menyengat .

Untuk mengali permasalahan ini, wartawan RN konfirmasi bersama Edi SH.’’ Juma’at (08/04/22) selaku Sekretaris Kelurahan Mulia Baru. Menurut keterangan Edi, RT setempat sudah menerbitkan proposal dan surat permohonan Bak/kontener sampah dan sudah di usulkan. Warga bersama RT sudah membebaskan tanah untuk penempatan Bak/kontener sampah untuk tempat penampungan sampah.
” Mudah-mudahan segera diadakan bak/kontener sampah tersebut, agar permasalahan sampah di jalan Lingkar Kota bisa segera teratasi dan aman dari bau busuk bermacam jenis sampah dan kotoran rumah tangga dan lain-lain.” ungkap Edi.

Tidak sampai disitu, wartawan RN lanjut menggali informasi lebih dalam dengan mendatangi dan mengkonfirmasi ‘’ Jhon Wanderson Damanik S.AP. selaku Kasi Kebersihan dan Pengolahan Sampah di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Kab.Ketapang di ruang kerjanya (08/04/22) mengatakan,”Saya sudah lima kali mengerahkan petugas kebersihan untuk membersihkan sampah di jalan Lingkar Kota dan memasang tanda larangan membuang sampah, namun tidak diindahkan oleh masyarakat.
Lanjut Jhon,” Mulai Januari 2022 Dinas Perkim-LH mengambil kebijakan merubah bak sampah yang dulunya terbuat dari kayu dan beton menjadi bak sampah kontener yang bisa dengan mudah di angkut ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Dan terkait Bak sampah untuk jalan Lingkar Kota belum bisa dianggarkan, Pemerintah selalu kekurangan anggaran.” pungkasnya Jhon.
Masyarakat berharap agar Pemerintah Daerah, khususnya Dinas terkait agar bisa mengambil langkah cepat dan bijak dalam menangani masalah sampah di jalan Lingkar Kota, apalagi jalan Lingkar Kota mulai padat dengan pemukiman masyarakat, akses menuju tempat wisata rumah adat Dayak dan adat Melayu serta tempat-tempat wisata lainnya yang ada di jalan Lingkar Kota.
Sepatut dan sepantasnya Dinas terkait mengantisipasi sampah yang setiap waktu dan hari selalu ada, bersama anggaran dan keuangan Daerah untuk bisa tanggap dan respon apa yang ada terhadap titik-titik pembuangan sampah yang liar, agar bisa dideteksi dengan permulaan dan awal sebelum masyarakat menggangap tempat yang ada sebagai tempat pembuangan sampah, akibat kurangnya pengawasan dan control petunjuk peringatan dan minotoring dalam memantau tempat pembuangan sampah liar. Siapa yang disalahkan dan siapa yang salah.*## (Taufik – Yan)


