Bekasi | Rajawali News Grup
Dunia pendidikan Kabupaten Bekasi kembali tercoreng. Kali ini bukan soal kurikulum atau fasilitas sekolah, melainkan dugaan skandal moral tingkat tinggi yang menyeret seorang oknum Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) dengan seorang guru perempuan yang masih berstatus istri sah orang lain.
Sumber internal Rajawali News Grup menyebutkan, skandal ini bermula dari ambisi jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) yang tidak kunjung diraih melalui jalur prestasi dan rekam jejak kerja. Sebut saja Rina (nama samaran), seorang guru yang diketahui masih memiliki suami sah, namun diduga terjebak dalam pusaran kekuasaan dan nafsu jabatan.
Menurut informasi yang dihimpun Tim V Pemburu Fakta Rajawali, Rina beberapa kali melakukan pertemuan tertutup dengan oknum Kadisdik, seorang pejabat berpengaruh di Bekasi yang disebut-sebut telah memiliki lebih dari satu istri. Istri mudanya diketahui berdomisili di wilayah Purwakarta.
Ironisnya, hubungan terlarang itu diduga mencapai puncaknya saat keduanya tertangkap basah berada di sebuah hotel pada jam kerja, dalam kondisi yang tidak pantas bagi seorang pejabat publik dan tenaga pendidik. Peristiwa tersebut dikabarkan sempat diamankan oleh salah satu organisasi masyarakat (ormas/LSM), namun anehnya kasus ini justru menguap tanpa proses hukum yang jelas.
Beberapa bulan berselang, publik dikejutkan dengan fakta lain: oknum Kadisdik tersebut melaksanakan ibadah umrah. Alih-alih menjadi momentum introspeksi, langkah religius itu justru dinilai sejumlah pihak sebagai tameng moral untuk meredam isu dan mengelabui lingkungan birokrasi Pemda.
Yang lebih mencengangkan, berdasarkan penelusuran lanjutan, Rina kini justru resmi menduduki jabatan Kepala Sekolah. Fakta ini memicu kemarahan banyak pihak, terutama kalangan pendidik yang selama ini berjuang melalui jalur prestasi dan integritas.
“Kalau jabatan bisa diraih dengan cara menggadaikan moral dan rumah tangga, maka pendidikan kita sedang berada di titik nadir,” ujar salah satu sumber internal yang enggan disebutkan namanya.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar:
Apakah jabatan Kepsek kini bisa diperjualbelikan lewat relasi gelap?
Di mana fungsi pengawasan Pemda dan Inspektorat?
Mengapa dugaan skandal moral pejabat pendidikan dibiarkan adem ayem?
Tim V Pemburu Fakta Rajawali menegaskan, penelusuran belum berhenti. Dokumen, saksi, dan kronologi tambahan sedang dikumpulkan untuk memastikan kebenaran dugaan perselingkuhan dan penyalahgunaan wewenang tersebut.
Rajawali News Grup akan terus membuka tabir ini.
Tunggu laporan lanjutan—karena pendidikan seharusnya dibangun dengan integritas, bukan nafsu dan kekuasaan.
(red)


