Selasa, April 21, 2026
spot_img

GEGER: RS Siti Aisyah: 90 Menit Listrik Mati Total, Genset Rusak Jadi Besi Tua, Ke Mana Anggaran Perawatannya? Jakarta Harus Bertindak!

LUBUKLINGGAU (16/03/2026) – Pemandangan memalukan sekaligus mengerikan terjadi di RS Siti Aisyah Lubuklinggau pada Senin malam ini. Selama hampir 1,5 jam (90 menit), rumah sakit rujukan ini lumpuh total dan gelap gulita. Ironisnya, mesin genset yang seharusnya menjadi penyelamat nyawa justru teronggok tak berguna.

Berdasarkan fakta di lapangan, aliran listrik padam sejak pukul 19.00 WIB dan baru kembali normal pada pukul 20.27 WIB. Durasi yang sangat lama bagi sebuah fasilitas kesehatan untuk berada dalam kondisi tanpa energi listrik.

Kebobrokan manajemen aset di rumah sakit ini dikonfirmasi langsung oleh pihak internal di lokasi. Menurut keterangan dari penjaga tiket parkir di RS Siti Aisyah, kegagalan sistem ini bukan karena keterlambatan teknis semata, melainkan karena kondisi alat yang memang sudah tidak layak.

“Gensetnya rusak,” ujar penjaga tiket parkir saat dikonfirmasi mengenai alasan mengapa rumah sakit tetap gelap gulita meski listrik PLN sudah lama padam.

Pernyataan singkat ini menjadi tamparan keras sekaligus bukti bahwa ada pembiaran terhadap kerusakan fasilitas vital yang menyangkut nyawa orang banyak.

Insiden ini membuka kotak pandora mengenai transparansi pengelolaan keuangan di RS Siti Aisyah. Publik dan kementerian pusat kini patut mempertanyakan:

– Ke mana larinya anggaran perawatan berkala jika genset dibiarkan rusak hingga menjadi “besi tua”?

– Apakah anggaran pemeliharaan hanya habis di atas kertas (fiktif), sementara aset dibiarkan terbengkalai?

– Kenapa alat vital sebagai lapis keamanan terakhir rumah sakit bisa dalam kondisi rusak di saat genting?

“Mati lampu sampai 90 menit di rumah sakit itu luar biasa memalukan. Jika benar genset rusak, maka ini bukan lagi kendala teknis, tapi kejahatan manajerial. Ke mana uang rakyat yang dialokasikan untuk perawatan alat-alat itu?” ungkap salah satu keluarga pasien yang panik di lokasi.

Kementerian Kesehatan di Jakarta tidak boleh tinggal diam. Kejadian malam ini, 16 Maret 2026, membuktikan bahwa pengawasan infrastruktur kesehatan di daerah sangat lemah. Nyawa pasien di ruang ICU, NICU, dan ruang operasi dipertaruhkan setiap detiknya selama 90 menit kegelapan tersebut hanya karena sebuah genset yang dibiarkan rusak.**(Red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!