Minggu, Juli 5, 2026
spot_img

Diduga Kades Tanjungsari Mengelapkan Domba, Warga Desak APH Segera Bertindak

PURWAKARTA || Media Rajawalinews.online 

Terkait pemberitaan sebelumnya Kades Tanjungsari yang lari terbirit- birit saat akan dikonfirmasi, oleh wartawan.

Konfirmasi tersebut terkait dugaan penggelapan program ternak Kambing Ketahanan Pangan Hewani. 

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Hal tersebut mendapat sorotan dari salah satu CEO Media Rajawalinews.Gruop Ali Sopyan.

Ali Sopyan mengatakan, salah satu progam pemerintah pusat, mengatasi ancaman krisis pangan global yang sudah didepan mata sebagai langkah dan upaya antisipasi pemerintah bagi masyarakat di desa-desa khususnya di Kabupaten Purwakarta, ujarnya, 16/12/2022.

Lanjunya, keberadaan program padat karya tunai Desa juga berperan penting untuk meningkatkan daya beli masyarakat,sebab 50℅ anggaran program tersebut harus digunakan untuk membayar upah kepada pekerja yang merupakan warga miskin, pengangguran dan kelompok marginal di pedesaan.

“Selain itu, ancaman krisis pangan global sudah berulang kali di sampaikan pemerintah pusat, melalu DPMD di setiap kabupaten di seluruh Indonesia, tuturnya.

Dikatakan Ali Sopyan, Presiden Joko Widodo yang mewanti wanti soal ancaman krisis pangan global ini,dia bilang permasalahan pangan sedang di hadapi banyak negara termasuk Indonesia,
Sejalan dengan itu, Undang undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah mengamankan bahwa urusan pangan menjadi urusan wajib tandasnya.

Namun Ironisnya  di Desa tanjungsari kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta,  saat ini menjadi perbincangan terkait ketahanan pangan, dalam pembelian domba tersebut diduga tidak sesuai harga dan bentuk hewannya,

“Total domba ada 17 ekor domba  dan mati 7 ekor domba.

“Coba langsung saja cek ke kandang domba di kandang ada 5 ekor kata kepala desa total 17 mati 7 yang hidup 10 tahu-tahu, tapi kenyataannya di kandang cuman 5 ekor.ucap salah satu warga setempat.

Awak media mendatangi untuk melakukan investigasi ke kandang domba ternyata ada 5 ekor. Tapi ketika Kades dan Sekdes Tanjungsari dikonfirmasi oleh awak Media mengaku jumlahnya ada 17 ekor.

Kades Tanjungsari menjelaskan anggaran Ketahanan Pangan Rp.176.000.000 dari 20% dana desa, untuk peruntukan Pertanian, nabati, hewani kata Kades.

Lanjutnya, dalam pembelian domba yang di anggarkan Rp.60.000.000. dengan total domba 17 ekor domba untuk empat kelompok, Sedangkan satu kelompok 17 ekor domba, dengan harga Rp.2.400.000 per ekor yang berbentuk sangkalan ( kecil ), ungkap warga setempat.

Zem warga Purwakarta saat berbincang bincang mengenai program Ketahanan pagan  mengatakan program Pemerintah pusat sudah bagus, tapi di lapangan tidak sesuai harapan masih banyak oknum pejabat Kepala Desa yang tidak amanah dalam melaksanakan tugasnya.

Kami sebagai warga meminta (APH) Aparat Penegak Hukum atau Kepolisian segera periksa oknum Kepala Desa yang menyalah gunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi atau Kroni kroninya, pungkasnya.

( Tim V Rajawali,s)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!