Dalam acara halal bi halal Idul Fitri pada hari ini (31/3) yang bertempat di istana kepresidenan, Syaikh Ahmad Al Sharaa menyampaikan pidatonya dihadapan para ulama dan tokoh umat lintas madzhab:
“Suriah hari ini, tengah menuliskan babak sejarah barunya. Jalan yang akan ditempuh kedepan ini sangat panjang dan teramat sulit, tapi dengan izin Allah, Allah akan membantu melaluinya karena kami memiliki semua lapisan masyarakat yang siap membangun kembali Suriah di setiap lini dan bidangnya.”
“2 hari yang lalu, kami telah mengumumkan susunan kabinet pemerintahan Suriah, kabinet ini dibentuk dengan penuh kehati-hatian, kami memilih menteri yang memang sangat berkompeten, dan telah terbukti kepakarannya dalam bidangnya demi membangun negeri ini”
“Tujuan kami adalah perubahan dan perbaikan, kita bersama harus buktikan pada dunia, bahwa kita adalah bangsa yang satu, tak bisa dipecah belah, masing-masing kita harus menemukan titik temu persamaan demi membangun kembali negeri ini dan menyampingkan persoalan furu'”
“Pasti akan ada yang tidak merasa puas dengan pilihan kami, karena memang suatu kebijakan yang tepat tidak semua orang mampu terpuaskan dengan pilihan ijtihadi tersebut”
“Suriah menghadapi jalan yang sulit, tapi kami memiliki semua orang-orang didalamnya yang menguasai masing-masing bidangnya”.
Pidato Ahmad Al Sharaa seakan menegaskan bahwa membangun negara dibutuhkan kedewasaan, kita tidak bisa idealis karena banyaknya spektrum didalamnya, fokus utama saat ini adalah mempersatukan rakyat Suriah. Karena ketika Suriah telah bersatu, Zionis Israel akan berfikir ulang ketika ingin lakukan agresi ke bumi Syam.
Red


