Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Rajawalinews online ‘’
PT. Ketapang Mandiri milik Pemerintah Kab.Ketapang Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bentuk BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) bergerak dalam bisnis samar-samar mafia dalam seputaran mengatas- namakan pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tak maksimal dan tidak mengutamakan kepada pelayanan masyarakat dalam pelayanan untuk Jenis Solar, Premium, Pertalite dan Pertamax.

Indikasi Dugaan kuat pihak SPBU No: 64.788.05 di Jln. A.Yani Kelurahan Kantor Kab. Ketapang Kalbar lebih mengutamakan pengisian kepada konsumen yang membeli menggunakan truck bermuatan drum. Sehingga membuat BBM sering mengalami kekosongan di saat warga masyarakat memerlukan Jenis BBM. SPBU lebih senang melayani pelanggan memakai drum, karena ada perbedaan harga dengan pelanggan biasa.

Tim Rajawalinews (RN) Group investigasi kelapangan Rabu (12/01/22). Disinyalir kondisi pelayanan buruk SPBU yang di kelola Pemerintah Daerah Kab.Ketapang berbentuk BUMD sudah cukup lama menjalankan bisnis mafia jenis BBM ini dengan modus drum menggunakan truck. Sekian banyak drum mengisi di SPBU Ketapang Mandiri, di mana Pemerintah menggunakan anggaran keuangan Negara untuk memakmurkan masyarakat Kab.Ketapang, faktanya minyak di jual kepada makelar menggunakan truck bermuatan puluhan drum, sehingga masyarakat tak kebagian minyak sejenisnya, indikasi membuat warga merasa kesal ada mafia di SPBU yang di kelola Pemerintah Daerah.
RN Konfirmasi bersama Pak Wanda di Kantor SPBU Ketapang Mandiri Rabu (12/01/22) dijelaskannya, ”Untuk mendapatkan minyak DO di SPBU, kita perlu rekomendasi langsung dari Pak Camat, setelah itu baru kita konfirmasi kepada Pak Haji Usman di jalan Agus Salim.”ungkap Pak Wanda. Dibenarkankah untuk mendapatkan DO (Delivery Order) hanya perlu rekomendasi dari Camat untuk tujuan membeli minyak dengan puluhan drum yang konon tujuannya tak jelas?
SPBU nakal harus dicabut izinnya biar mereka bisa tertib untuk ke depannya. Diharapkan kepada SPBU di Bumi Ketapang untuk memperbaiki pelayanannya sesuai aturan yang ada. Cukup saja melayani tangki kendaraan yang ada, kasihan dengan orang-orang yang mesti mengantri lama karena ada pengisian drum dalam muatan truck yang membuat BBM di SPBU sering kehabisan dan kosong serta antrian menjadi panjang.
Antrean masyarakat meluber sampai di luar pagar gara-gara ada pengisian drum. Pelayanan SPBU terhadap masyarakat sangat buruk. Setiap minyak yang datang, terindikasi sekian persen dijual dengan harga non subsidi ke pedagang hingga sakitnya masyarakat harus membeli ke kios dengan harga yang sangat tinggi yakni berkisaran 9-10 ribu/liter. Kondisi seperti ini pun sudah lama dialami masyarakat.
Begitu juga dengan solar yang sangat jarang ada di SPBU di Ketapang ini, karena setiap solar datang selalu banyak truck dengan muatan drum yang mengisi, sehingga ketika masyarakat mengantri selalu tidak kebagian karena sudah habis di isi ke drum dan terpaksa harus membeli di kios-kios dengan harga yang lebih tinggi. Jadi bisa dibayangkan berapa besar keuntungan SPBU. Dimohon kepada Kementerian BUMN dan Intansi terkait untuk menutup SPBU yang nakal berkedok BUMD di Kab. Ketapang Kalbar.*##(Yan)


