TANGKAP BAMBANG SUSANTO KADES MEKAR JAYA” PERAS RAKYAT
Lahat – Media Rajawalinews.online
(12-08-2021)Ahmad bahuri warga pertama yang masuk wilayah Mekar Jaya Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan menjelaskan kepada awak media kami beragam seperti ada yang di ambil sertipikat sebagai jaminan itu keinginan pak kades untuk saya di bandrol Rp.3.300.000 baru saya bayar Rp.2.500.000 sisanya masih berhutang Rp.800.000 lagi sedangkan yang di pasang cuma meterannya saja pak’ untuk instalasinya saya pasang sendiri, “tambahnya.
Salah satu warga yang tidak ingin di sebutkan (12-08-2021) namanya mengatakan’ untuk pemasangan instalasi saya bayar Rp.200.000 setelah di pasang meterannya saya kasih lagi Rp.3.100.000 kepada pak kadus untuk pelunasan,”ujarnya.
Ketua DPC KPKN Kab.Lahat Dittri saat dimintai tangapannya menyangkut permasalahan ini (13-08-2021) mengatakan saya berharap pihak terkait segera menindaklanjuti karena ini jelas ada dugaan pemerasan terkesan unsur pemaksaan terhadap rakyatnya,apakah ini bisa dijadikan seorang pemimpin padahal seorang pemimpin harus berani berkorban demi rakyat namun faktanya justru mengambil keuntungan
dari rakyatnya.ungkap Dittri kepada wartawan media ini.
Bambang Susanto Kepala Desa Mekar Jaya kecamatan kikim barat Kabupaten Lahat propinsi sumatra selatan,saat dikonfirmasi via WA 0813 7778 XXXX ( 14-08-2021) menjawab, Alkumsalam Amun dana memang Ade lebihnye pk itu untuk pemasangan pasilitas umum ,unttuk dana tebas bayang,untuk ganti rugi lahan desa tetangga yg d lewati dan masalah sertifikat itukan masyarakat yg yerakan tidak dipaksa itupun kalau da lunas byar kami kembalikan,
Pk yg lemak tu BPK langsung ke rmh aku biar jelas. 18-08-2021 Bambang sutanto Kepala Desa Mekar Jaya Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat Propinsi Sumatera Selatan saat dikonfirmasi dirumah salah satu warga desa Ngalam Kecamatan Gumay Talang Kabupaten Lahat Propinsi Sumatera Selatan Mengatakan ‘ saya hanya dapat fee Rp 300.000 permeteran dari 74 kk yang terpasang,jelasnya. Menurut keterangan salah satu pegawai PLN yang tidak mau dituliskan namanya dihubung VIA HP 19-08-2021,mengatakan sepengetahuan saya pak kades bayar kepada pemasang Rp 800.000 yang disetorkan kePLN hanya Rp 600.000 dia hanya dapat Rp 200.000 permeteran,karena meteran yang dipasang semua bersubsidi dari 74 kk tersebut,jelasnya.(Red)


