Palembang – RajawaliNews.online
Keluarga almarhum Amshori, warga Desa Sukananti, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, mendatangi Polda Sumatera Selatan untuk berkonsultasi sekaligus menyampaikan dugaan adanya malpraktik atau kesalahan medis yang diduga terjadi saat almarhum menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang Bari.
Pendamping keluarga korban, Irno Irawan, menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke Polda Sumsel bertujuan untuk mencari kepastian hukum sekaligus meminta kejelasan terkait penyebab meninggalnya Amshori usai menjalani tindakan operasi di RSUD Bari.
“Kami mendampingi keluarga korban atas nama Amshori. Harapan keluarga sederhana, yakni mendapatkan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pasien meninggal dunia. Apabila memang tidak ditemukan adanya kesalahan, tentu keluarga akan menerima. Namun karena terdapat sejumlah kejanggalan, keluarga merasa perlu mencari kepastian,” ujar Irno, Sabtu (27/06).
Menurut keterangan keluarga, almarhum sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Bunda Prabumulih dan didiagnosis mengalami batu empedu sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Bari untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pihak keluarga menuturkan bahwa setelah menjalani tindakan operasi, kondisi pasien justru tidak kembali sadar dan terus berada dalam kondisi kritis hingga akhirnya meninggal dunia.
“Yang menjadi pertanyaan keluarga adalah pasien datang dalam kondisi masih bisa beraktivitas. Namun setelah operasi, pasien tidak pernah sadar hingga akhirnya meninggal dunia. Hal inilah yang mendasari adanya dugaan dan pertanyaan dari pihak keluarga,” katanya.
Selain mendatangi Polda Sumsel, keluarga juga telah menyampaikan keluhan secara tertulis kepada pihak RSUD Bari. Namun karena bertepatan dengan hari libur (Sabtu, 27/06) keluarga belum dapat bertemu langsung dengan pihak rumah sakit yang berwenang dan dijadwalkan kembali pada hari kerja (Senin, (29/06).
Sementara itu, istri almarhum, Posriyani, berharap pihak rumah sakit dapat memberikan penjelasan secara rinci mengenai kondisi medis yang dialami suaminya, khususnya terkait informasi adanya pendarahan saat tindakan medis berlangsung.
“Kami hanya meminta penjelasan dan pertanggungjawaban. Kami ingin mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi sehingga suami saya meninggal dunia,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Palembang Bari belum memberikan keterangan resmi terkait laporan maupun dugaan yang disampaikan keluarga pasien
Harto.


