FORPES Banyuasin Miliki Ketua Baru, Fokus Data dan Pembinaan 100+ Pesantren
Banyuasin RajawaliNews.online
– Kiayi R. Muhammad Ary Sopian Al-Qodiri, S.H.I., M.E., M.M., CH., CHT., resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Pondok Pesantren (DPD FORPES) Kabupaten Banyuasin dalam Musyawarah Daerah (Musda) FORPES Banyuasin Tahun 2026 yang digelar di Hotel Rid’s, Sabtu (09/05).
Pemilihan berlangsung cukup dinamis. Pada putaran awal, hasil suara sempat imbang 19-19, sebelum akhirnya Ary Sopian unggul pada putaran berikutnya dengan perolehan 20 suara, mengungguli pesaingnya.
Dalam keterangannya, Ary Sopian mengaku bersyukur sekaligus menyadari besarnya amanah yang kini diemban.
“Alhamdulillah, ini adalah bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar dari para kiai dan pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Banyuasin,” ujarnya.
Ary Sopian menegaskan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada mengaktifkan kembali peran FORPES yang sempat mengalami kevakuman, khususnya dalam hal koordinasi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, ke depan FORPES Banyuasin akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Banyuasin, DPRD, Kementerian Agama, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
“Kita tidak memulai dari nol, tapi menyempurnakan program-program sebelumnya yang belum terlaksana. Koordinasi lintas sektor akan menjadi prioritas,” jelasnya.
Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren
Salah satu program strategis yang menjadi perhatian utama adalah penguatan ekonomi pesantren. Ary Sopian menilai, banyak pesantren yang berdiri secara mandiri dengan keterbatasan sumber daya.
“Pesantren itu lahir dari umat, oleh umat, dan untuk umat. Karena itu, penguatan ekonomi menjadi penting agar pesantren bisa terus berkembang dan mandiri,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap pesantren, khususnya dalam pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi.
Dalam pesannya kepada seluruh anggota FORPES, Ary Sopian menekankan pentingnya soliditas antar pesantren.
“Organisasi ini adalah wadah untuk menghimpun. Kalau tidak gotong royong, maka beban akan terasa berat. Tapi jika bersama, semuanya akan lebih ringan,” katanya.
Terkait kesejahteraan santri, Ary Sopian menjelaskan bahwa sistem subsidi silang masih menjadi solusi utama di pesantren, di mana santri yang mampu membantu pembiayaan bagi santri kurang mampu.
Selain itu, Pondok Pesantren Rimalul Abyadl yang dipimpinnya juga membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP, SMA/SMK hingga pendidikan diniyah (Ula, Wustho, dan Ulya). Khusus bagi anak yatim dan dhuafa, pihaknya memberikan perhatian khusus, meskipun tetap dengan sistem seleksi untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Saat ini, tercatat sekitar 59 pondok pesantren telah terdata dalam FORPES Banyuasin. Namun, jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah, dengan sekitar 60-an pesantren lainnya yang belum terdaftar.
Profil Singkat Ketua DPD FORPES Banyuasin
Kiayi R. Muhammad Ary Sopian Al-Qodiri merupakan tokoh muda yang aktif di berbagai organisasi keagamaan dan sosial. Ia adalah pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Rimalul Abyadl yang berlokasi di Talang Ilir, Sukamoro, Banyuasin.
Lahir dan besar di Sumatera Selatan, Ary Sopian memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang syariah serta ekonomi dan bisnis Islam. Ia menempuh pendidikan di IAIN Raden Fatah Palembang hingga jenjang pascasarjana di UIN Raden Fatah dan Universitas Tridinanti Palembang.
Dalam kiprah organisasinya, ia menjabat sebagai:
– Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Sumatera Selatan (2025–2030)
– Ketua Bidang Ekonomi & Pembangunan DPP FORPES Sumatera Selatan (2023–2028)
– Ketua LTN NU Kota Palembang (2023–2028)
– Bendahara Umum PW Pagar Nusa Sumatera Selatan (2022–2027)
Di bidang profesional, ia juga aktif sebagai:
– Direktur CV Barfiis Media Ilmu
– CEO TB. Barfiis Media Ilmu
– Area Manager PT. Media Karya Putra
Ary Sopian dikenal memiliki kompetensi di bidang Al-Qur’an dan Hadits, dakwah, manajemen ekonomi, serta desain dan perencanaan. Ia juga menguasai beberapa bahasa, termasuk Melayu, Jawa, dan Palembang.
Dalam kehidupan pribadi, ia merupakan suami dari Umi Nanda Suharlina, S.Hum., dan ayah dari tiga anak.
Dengan terpilihnya kepemimpinan baru ini, FORPES Banyuasin diharapkan mampu menjadi wadah yang lebih solid, progresif, dan berkontribusi nyata dalam pengembangan pesantren di daerah, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam pembangunan umat dan daerah.
Harto


