Selasa, April 21, 2026
spot_img

Kapolri Listyo Sigit Tunduk, Minta Maaf Atas Tewasnya Pengemudi Ojol yang Tertabrak Barakuda Brimob

JAKARTA | Situasi di ibu kota mendadak memanas pada Kamis malam (28/8/2025). Ratusan pengemudi ojek online (ojol) berbondong-bondong mendatangi Markas Brimob Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat. Aksi itu dipicu beredarnya rekaman video yang memperlihatkan kendaraan taktis barakuda milik Brimob melaju kencang dan menabrak seorang pengunjuk rasa berjaket ojol di kawasan Bendungan Hilir. Korban dilaporkan tewas di lokasi.

Suasana di sekitar markas Brimob sempat mencekam. Para pengemudi ojol, dengan rompi hijau khasnya, berkerumun sambil meneriakkan yel-yel keadilan. Kedatangan mereka bukan sekadar protes, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan sejawat yang gugur.


Kapolri Angkat Suara, Sampaikan Penyesalan

Tragedi ini mendapat perhatian serius dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dengan nada penuh penyesalan, Kapolri menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada keluarga korban dan seluruh komunitas ojol.

“Saya menyesali peristiwa yang terjadi dan memohon maaf sedalam-dalamnya. Saat ini kami sedang melakukan penelusuran terkait korban, dan saya sudah memerintahkan Propam Polri menangani perkara ini secara menyeluruh,” ujar Listyo kepada wartawan.

Kapolri menegaskan, Polri tidak akan menutup mata. Investigasi akan dilakukan secara transparan, memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum.

“Sekali lagi kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban dan seluruh keluarga besar ojol. Polri berkomitmen memberikan penanganan yang adil dan transparan. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kami jaga,” tegasnya.


GoTo Suarakan Belasungkawa

Induk perusahaan Gojek, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), turut menyampaikan duka cita mendalam.

Direktur Public Affairs & Communications GoTo, Ade Mulya, menyampaikan:

“Doa dan simpati tulus kami sampaikan untuk korban serta keluarga yang terdampak. Kami juga tengah melakukan investigasi internal dan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan identitas serta kronologi peristiwa ini,” jelasnya.

GoTo juga mengimbau seluruh mitra ojol dan masyarakat luas untuk tetap tenang serta menjaga kondusifitas.


Gelombang Solidaritas Publik

Tragedi ini memicu gelombang solidaritas besar. Dukungan moral dari komunitas ojol bermunculan, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah lewat media sosial. Tagar #SolidaritasOjol menjadi trending, menegaskan kuatnya ikatan emosional di kalangan pengemudi ojol.

Publik pun menyoroti sikap cepat Kapolri yang langsung meminta maaf secara terbuka—sebuah langkah yang jarang dilakukan pejabat setingkat Jenderal Polisi. Sikap ini dipandang sebagai bentuk kerendahan hati sekaligus komitmen menjaga integritas institusi.

Kini, perhatian masyarakat tertuju pada tindak lanjut investigasi Polri. Harapan terbesar adalah terwujudnya keadilan bagi korban serta langkah nyata agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

(red)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!