Kamis, April 30, 2026
spot_img

Insiden Kekerasan Malam Takbiran, Dua Pengurus FWJ Indonesia Kuningan Jadi Korban Pengeroyokan

KUNINGAN – RAJAWALINEWS.ONLINE,- Insiden kekerasan terjadi di Terminal Paniis, Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Kamis malam (5/6/2025) bertepatan dengan malam takbiran Iduladha 1446 H. Dua pengurus Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Koordinator Wilayah Kuningan, yakni Irwan Fauzi (Ketua) dan Zaky (Wakil Ketua), menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku dari organisasi masyarakat (ormas) Al Jabar dan kelompok otomotif XTC.

Peristiwa bermula saat Zaky tengah berbincang dengan rekannya di terminal. Seorang pria berinisial H, dikenal dengan nama alias Kokong, datang dalam kondisi diduga mabuk dan terlibat cekcok dengan Zaky. Selang beberapa waktu, H kembali bersama sekitar 15 orang dan langsung melakukan aksi kekerasan terhadap Zaky.
“Saya melihat langsung kejadian itu. Zaky dipukul, ditendang, bahkan diinjak-injak. Beberapa pelaku membawa benda tumpul,” ujar Irwan Fauzi.

Saat berusaha melerai, Irwan justru ikut menjadi sasaran amuk massa. Ia mengalami luka serius di wajah dan tubuh. Lebih dari itu, para pelaku turut merampas identitas pers dan KTP milik keduanya sambil melontarkan ancaman.
“Kami diancam akan dibunuh. Mereka mengaku dari ormas Al Jabar dan mengintimidasi kami secara verbal dan fisik,” imbuh Irwan.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Kedua korban segera melapor ke Polsek Pasawahan dan diarahkan untuk membuat laporan resmi ke Polres Kuningan, termasuk menjalani visum sebagai bukti pendukung.

Dugaan Motif Dendam Pribadi
Berdasarkan informasi yang diperoleh, aksi kekerasan ini diduga bermotif dendam pribadi. Zaky sebelumnya sempat membantu warga setempat membongkar aktivitas ilegal yang dilakukan oleh H, yang disebut-sebut kerap mengedarkan obat-obatan terlarang. Sejak pengungkapan itu, H menghentikan aktivitasnya, namun diduga menyimpan dendam terhadap Zaky.

Kecaman dari DPD FWJ Jawa Barat
Ketua DPD FWJ Indonesia Provinsi Jawa Barat, Tony Maulana, mengecam keras aksi kekerasan ini. Ia menegaskan bahwa profesi jurnalis dilindungi undang-undang dan harus dihormati oleh seluruh elemen masyarakat.
“Kami meminta aparat penegak hukum untuk segera bertindak. Kekerasan terhadap insan pers tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun. Apalagi dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan ormas. Ini mencederai semangat kebersamaan dalam membangun bangsa,” ujar Tony.

Tony juga mendukung penuh inisiatif Gubernur Jawa Barat dalam pembentukan Satgas Anti Premanisme sebagai langkah konkret untuk menciptakan rasa aman di masyarakat.

Penegakan Hukum Diharapkan Tegas dan Transparan

DPP FWJ Indonesia meminta pihak kepolisian menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu. Aksi premanisme, apalagi disertai ancaman dan kekerasan terhadap jurnalis, merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan pers. (Red)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!