Kamis, April 23, 2026
spot_img

Realisasi APBDes 2024 Desa Cikaduwetan: Anggaran Terserap Maksimal dengan Surplus Rp.10,3 Juta

Kuningan, rajawalinews.online – Pemerintah Desa Cikaduwetan, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, telah merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2024 dengan tingkat serapan yang hampir mencapai 100 persen.

Kepala Desa Cikaduwetan, Riki Yakub, menyampaikan bahwa total pendapatan desa tahun 2024 mencapai Rp.2.013.409.990, sementara belanja desa yang terserap sebesar Rp.2.003.646.898. Meski terdapat selisih Rp.90.000 dari Alokasi Dana Desa (ADD), desa tetap mencatat surplus sebesar Rp.10.326.908.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Pendapatan desa tahun ini bersumber dari beberapa komponen utama, yaitu:

  • Pendapatan Asli Desa (PADes): Rp.74.051.000
  • Dana Desa (DD): Rp.969.377.000
  • Bagi Hasil Pajak dan Retribusi (BHP & Retribusi): Rp.56.354.990
  • Alokasi Dana Desa (ADD): Rp.379.347.000 (realisasi Rp.379.257.000, selisih Rp.90.000)
  • Bantuan Keuangan Provinsi (BKP): Rp.530.000.000
  • Pendapatan lain-lain: Rp.3.700.000

Hampir seluruh target pendapatan desa telah terealisasi sesuai anggaran, kecuali ADD yang mengalami selisih kecil sebesar Rp.90.000.

Selain pendapatan utama, Desa Cikaduwetan juga mendapatkan pembiayaan dari sisa lebih anggaran tahun sebelumnya (SiLPA) sebesar Rp.326.908, yang hampir seluruhnya telah terealisasi. Desa juga mengalokasikan Rp.10.000.000 untuk pembentukan dana cadangan, yang telah terserap sepenuhnya.

Dari total anggaran yang tersedia, belanja desa terbagi dalam lima bidang utama dengan rincian penggunaan sebagai berikut:

  1. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (Rp.689.068.098)

Belanja ini digunakan untuk operasional pemerintahan desa, pembayaran gaji perangkat desa, serta pengelolaan administrasi dan perencanaan desa. Rincian pengeluaran meliputi:

  • Gaji, tunjangan, dan operasional pemerintahan desa: Rp.545.069.898.
  • Penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan desa: Rp.93.500.000.
  • Administrasi kependudukan, pencatatan sipil, statistik, dan kearsipan: Rp.22.300.000.
  • Penyelenggaraan tata praja, perencanaan, keuangan, dan pelaporan: Rp.11.638.200.
  • Sub bidang pertanahan: Rp.16.500.000.
  1. Pelaksanaan Pembangunan Desa (Rp.917.249.300)

Bidang ini menyerap anggaran terbesar, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Rinciannya sebagai berikut:

  • Sub bidang pendidikan: Rp.289.500.000
  • Sub bidang kesehatan: Rp.222.059.500
  • Sub bidang pekerjaan umum dan penataan ruang: Rp.398.429.800
  • Sub bidang perhubungan, komunikasi, dan informatika: Rp.6.860.000
  1. Pembinaan Kemasyarakatan (Rp.112.631.500)

Anggaran ini dialokasikan untuk keamanan desa, kegiatan kebudayaan, serta pembinaan kepemudaan dan kelembagaan masyarakat. Penggunaannya meliputi:

  • Sub bidang ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat: Rp.66.172.500
  • Sub bidang kebudayaan dan keagamaan: Rp.9.000.000
  • Sub bidang kepemudaan dan olahraga: Rp.20.270.000
  • Sub bidang kelembagaan masyarakat: Rp.17.129.000
  1. Pemberdayaan Masyarakat (Rp.248.698.000)

Bidang ini mencakup program untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama di sektor pertanian dan pelatihan aparatur desa. Rincian penggunaan dana adalah sebagai berikut:

  • Sub bidang pertanian dan peternakan: Rp.220.240.000
  • Sub bidang peningkatan kapasitas aparatur desa: Rp.18.970.000
  1. Penanggulangan Bencana, Darurat, dan Mendesak Desa (Rp.36.000.000)

Seluruh anggaran dialokasikan untuk menangani keadaan darurat atau bencana yang terjadi di desa.

  • Sub bidang keadaan mendesak: Rp.36.000.000

Meskipun hampir seluruh anggaran telah digunakan, Desa Cikaduwetan tetap mencatat surplus sebesar Rp.10.326.908. Hal ini menunjukkan pengelolaan keuangan yang efektif dan transparan oleh pemerintah desa.

Kepala Desa Cikaduwetan, Riki Yakub, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran desa.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar setiap dana yang masuk ke desa benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dengan pencapaian ini, Desa Cikaduwetan berhasil menunjukkan pengelolaan APBDes yang baik, memastikan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan desa.(GUNTUR – Kaperwil Jabar)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!