Minggu, Mei 3, 2026
spot_img

Kerusakan Parah Bendung Jati Mengancam Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa Bendungan

Kuningan, rajawalinews.online – Kondisi kritis Bendung Jati yang terletak di Desa Sindang, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, semakin mengkhawatirkan. Infrastruktur vital yang berfungsi sebagai pembagi jaringan irigasi untuk sekitar 15 hektar lahan pertanian ini telah mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang terjadi sejak tahun 2019. Kerusakan tersebut tidak hanya mengancam sistem irigasi, tetapi juga berisiko besar terhadap ketahanan pangan dan perekonomian warga Desa Bendungan.

Bendung Jati memiliki peran penting dalam mengairi lahan persawahan di Desa Bendungan, khususnya di Blok Desa, Blok Kamuning, dan Blok Senggang. Namun, kerusakan pada sayap penahan bendung (bagian sisi kiri dan kanan) telah menyebabkan terhambatnya aliran air irigasi, yang berdampak pada kekeringan lahan persawahan serta abrasi di bantaran sungai yang semakin meluas. Kondisi ini menambah keprihatinan bagi masyarakat yang sangat bergantung pada pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Kerusakan yang terjadi pada Bendung Jati sangat signifikan, sebagai berikut:

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
  1. Sayap Kanan (Selatan): Ambruk dan rusak berat, menyebabkan abrasi sepanjang 50 meter, lebar 5-10 meter, dengan kedalaman 2-7 meter.
  2. Sayap Kiri (Utara): Rusak ringan sepanjang 15 meter, lebar 1 meter, dengan kedalaman 1 meter.
  3. Areal Tanah Kas Desa (TKD) Desa Sindang: Terkikis atau longsor sepanjang ±210 meter di sisi selatan Sungai Cisande, mengancam kelestarian tanah desa yang penting bagi pertanian.
  4. Lahan Pertanian: Sekitar 15 hektar lahan persawahan di Blok Desa, Blok Kamuning, dan Blok Senggang mengalami kekeringan parah.

Kepala Desa Bendungan, Ucu Samsuri, menyampaikan kekhawatirannya atas kerusakan ini. “Bendung Jati adalah tulang punggung pertanian kami. Tanpa aliran air yang lancar, petani kami menghadapi ancaman kekeringan dan penurunan hasil panen,” ujar Ucu saat ditemui di ruang kerjanya pada 13 Januari 2025. “Kami sangat berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki bendung ini agar produktivitas pertanian di desa kami bisa kembali normal.”

Selain itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bendungan, Samsul Nasihin, turut menyoroti seriusnya masalah ini. “Sebagai perwakilan masyarakat, kami sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah daerah untuk segera menangani kerusakan ini. Jika dibiarkan, bukan hanya pertanian yang terganggu, tapi seluruh kesejahteraan masyarakat desa juga terancam,” kata Samsul. Ia menambahkan bahwa keberadaan bendung yang mengairi lahan pertanian sangat vital bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. “Pemulihan bendung ini sangat penting agar ekonomi masyarakat desa tetap stabil,” tambahnya.

Pada tahun 2022, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan telah melakukan perbaikan pada mercu Bendung Jati. Namun, perbaikan pada bagian sayap penahan bendung belum dilakukan, meskipun kerusakannya semakin parah akibat intensitas banjir yang terus terjadi. “Perbaikan ini harus segera dilakukan, mengingat kerusakan yang semakin memburuk dapat menyebabkan kerugian lebih besar bagi masyarakat,” kata Ucu Samsuri.

Apabila perbaikan tidak segera dilakukan, kerusakan yang terjadi pada Bendung Jati diprediksi akan menambah kerugian besar pada sektor pertanian, yang dapat memperburuk kondisi ekonomi masyarakat Desa Bendungan. Kekeringan yang melanda lahan pertanian akan berdampak pada penurunan hasil panen dan ketahanan pangan yang semakin terancam. Selain itu, abrasi yang terjadi pada bantaran sungai dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Masyarakat berharap agar Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan perhatian yang lebih terhadap kerusakan ini dari dampak yang lebih buruk, dengan memperbaiki dan merestorasi infrastruktur penting tersebut. Dengan perbaikan yang cepat dan tepat, diharapkan produktivitas pertanian bisa pulih kembali, dan memastikan keberlanjutan kehidupan petani yang sangat bergantung pada keberadaan bendung tersebut.
(GUNTUR – Kaperwil Jabar).

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!