PURWAKARTA, ( Rajawali news ) –
Sendikat koruptor Bertengger di kabupaten Purwakarta Jawa barat Pejabat atau Penjahat. Pasalnya Penyediaan makan dan minum pasien covid-19 tahun 2021 sebesar Rp 1,8 miliar hanya dipakai Rp600 juta. Itu pun Parut di pertanya kan . Ali Sopyan DEVISI PENINDAKAN DPP WATEH RELATION OF CORRUPTION. Mendesa Pihak jajaran Tipikor mabes Polri dapat mengusut adanya dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemkab. Purwakarta Jawa barat . Lunjut Ali Sopyan dengan tegas mengatakan diminta seluruh Anggota awak media yang tergabung Di IWO . indonesia khususnya Jawa barat segera mengungkap kasus korupsi di jajaran Pemkab Purwakarta .
Dikemanakan sisa pagu anggaran sebesar Rp 1,2 miliar? Apakah menjadi silpa atau digunakan kebutuhan lain?
Menurut informasi yang diperoleh media beritapemberantaskorupsi.com, Rabu (16/11/2022), penggunaan anggaran penyediaan makan dan minum pasien covid-19 hanya sekitar Rp 500 s.d 600 juta. Sedangkan pagu penyediaan Mamin tersebut sekitar Rp 1.815.825.000 (satu miliar delapan ratus lima belas juta delapan ratus dua puluh lima ribu rupiah)
KHOIRUL ANWAR S Pd.I KETUA DPD LASKAR ANTIKORUPSI INDONESIA JAWA BARAT Dengan tegas mengatakan Sangat prihatin anggaran medis apalagi anggaran untuk untuk makan dan minum pasen covid – 19 yang di canangkan oleh pemerintah pusat miris banget jika dana tersebut di korupsi seharusnya penggunaan anggaran APBD/ APBN jika terserap hanya sebesar itu, berarti ada sisa lebih penggunaan anggaran. yang harus di kembalikan ke Kas Daerah, dan bisa dipakai untuk kegiatan lain dalam perubahan atau untuk kegiatan lain tahun berikutnya, Ketua DPD LASKAR ANTI KORUPSI JAWA BARAT KHOIRUL ANUWAR Sangat mengharapkan Pihak Tipikor tidak mandul dalam menyikapi kasus dana anggaran Covid – 19 tersebut harus di proses secara hukum
Selain itu, yang harus dipertanyakan dimana lokasi rumah singgah pasien covid-19 saat itu. Sebab, sampai saat ini belum jelas lokasi tempat penampungan pasien covid.
Ketika Gabungan awak media konfirmasi terkaitt sisa anggaran makan dan minum pasien Rp 1,2 M , Elita Sari hanya membaca pesan WhatsApp yang diberikan wartawan media BPK tanpa membalasnya. Alias Bungkam
(Team Pemburu fakta Rajawali )


