Minggu, April 19, 2026
spot_img

Di duga PLTU Gunung Raja Buang Limbah Batubara ke Sungai Lematang

Prabumulih,Media Rajawali News


Akibat limbah pembuangan batubara dari PLTU gunung raja yang dibuang ke sungai lematang selama hampir 11 tahun saat ini mulai menuai dampaknya oleh masyarakat sekitar aliran sungai lematang seperti hasil panen getah karet saat ini sudah sangat amat sedikit, juga nelayan yang biasanya mencari ikan di aliran sungai mendapatkan hasil sangat sedikit ,banyak yang mengeluh hasil yang diharapkan tidak seperti sebelum PLTU ini beroprasi dikatakan oleh para penduduk yang bermukim dialiran sungai ini, menurut mereka yang berhasil dibincangi oleh awak media mengatakan bahwa PLTU gunung Raja diduga dengan sengaja membuang limbah batubara hasil dari oprasional pembangkit Listrik tenaga uap yang beroprasi di perbatasan kabupaten pali muara enim dan kota Prabumulih ke Sungai Lematang.

Menurut Kades tanjung dalam Baharni yang berhasil kami sambangi menjelaskan “pak kami dan beberapa kades dan masyakat yang berada dialiran sungai ini pernah bersama sama mencoba mencari solusi sama fihak PLTU gunung raja untuk memberikan ganti rugi konpensasi dampak dari pencemaran limbah ini namun hanya dua desa yang diberikan konpensasi yaitu Kelurahan Payuputat dan kelurahan Gunung Kemala sementara tiga desa yaitu desa sedupi Tanjung dalam serta kelurahan Sungai medang sampai saat ini belum ada yang diberikan konpensasi ganti rugi dengan alasan tiga desa ini sudah tak termasuk dalam batas wilayah pembuangan limbah tersebut, perlu diketahui bahwa kami dari tiga desa ini berada di hilir dari dua desa tadi otomatis kami juga merasakan dampak dari limbah tersebut seperti contoh penghasilan petani karet sekarang sudah harga murah hasilnya pun hanya sedikit sekali belum lagi para nelayan lelang sungai juga banyak mengeluh ikan yang dihasilkan tidak seperti dulu lagi belum air sungai lematang ini sudah tak bisa lagi di buat mandi karena akan menimbulkan rasa gatal dikulit. Ujar
Baharni.( Kades Tanjung Dalam)

Lain hal dengan operator Daini (Intik Tanjung Dalam) PDAM Kota Prabumulih menjelaskan “
Pak saya sudah puluhan tahun bekerja menjadi operator mesin air disini sejak beroprasinya PLTU gunungraja air yang sedot dari sungai Lematang ini sudah sangat menghawatirkan di karnakan ada pembuangan limbah batubara PLTU gunungraja ke sungai Lematang ini kami di saat menyedot air warnanya hitam lalu kami berita tawas (pembening air) namun beberapa banyak kami berita tawas tetap saja airnya keruh belum lagi bila saat air lematang surut tambah susah lagi kami pak ? Juga saya pernah mandi barang pak direktur PDAM disungai ini setelah mandi badan kami terasa gatal semua, bapak bisa bayangkan sendiri bila ini terus berlanjut otomatis masyarakat yang menggunakan air sungai lematang ini akan mendapatkan penyakit jangka panjang baru terasa.”tutur Daini(RN)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!